Kenangan Jemaah Haji Solo Yang Akan Selalu Diingat

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Jumat, 4 Agustus 2023 | 15:00 WIB
 Jumrah Wustha, merupakan salah satu dari Jamarat (tempat melempar Jumrah) yang terletak di Mina. Para jamaah haji melempar jumrah di tempat ini pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah (Wikepedicommons)
Jumrah Wustha, merupakan salah satu dari Jamarat (tempat melempar Jumrah) yang terletak di Mina. Para jamaah haji melempar jumrah di tempat ini pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah (Wikepedicommons)

TITIKTEMU.CO, Operasional penyelenggaran ibadah haji memang selesai. Jemaah kelompok terbang (kloter) terakhir  diberangkatkan dari Tanah Suci menuju Indonesia dini hari tadi. Namun banyak kenangan sebagian besar jemaah haji Indonesia 2023 kini sudah berada di Tanah Air tidak pernah berakhir. Salah satunya kebaikan petugas yang sigap membantu jemaah haji.

Kenangan yang tidak terlupakan ini dikisahkan Endang Jatiningsih, jemaah asal DI Yogyakarta. Endang, demikian dia akrab disapa, tergabung dalam kloter 50 Embarkasi Solo (SOC 50). Dia berangkat pada gelombang kedua, dari Solo menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

“Saya menjadi jemaah haji 2023. Menurut saya perjalanan kita dari Indonesia ke Jeddah alhamdulillah semua diberi kelancaran. Semuanya sehat-sehat. Di dalam pesawat pun kita tidak pernah kekurangan apapun, makanan selalu ada. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah menyediakan semua fasilitas itu,” demikian Endang mengenang kisah perjalanannya saat menunaikan ibadah haji, Rabu (2/8).

Endang mengaku mempunyai kenangan tersendiri terhadap petugas haji, khususnya petugas kesehatan. Menurutnya, saat puncak haji, persisnya saat melontar jumrah di Mina, Endang yang berangkat bersama rombongannya mendadak panik. Sebab, salah satu temannya sakit dan hampir pingsan saat dalam perjalanan. Beruntung, saat itu Endang mendapati petugas kesehatan yang langsung memberikan pertolongan.

Baca Juga: Jemaah Haji Terakhir Pulang Ke Tanah Air

“Saya mengalami insiden, temen saya ada yang sakit. Waktu itu, di terowongan Mina, saya benar-benar membutuhkan tenaga kesehatan. Alhamdulillah setelah itu ada bapak tenaga kesehatan yang dari Surabaya menghampiri kami dan langsung merawat dengan memijat, memberikan minum oralit, lalu memberikan makanan,” cerita Endang.

Saat itu, lanjut Endang, dia dan temannya dibawa ke pos kesehatan yang berada di ujung terowongan Mu’aishim. Sampai di pos kesehatan, teman Endang yang sakit dibawa ke ambulans yang memang terparkir di situ.

“Teman saya langsung diinfus dan habis dua botol. Petugas kesehatan lalu memberikan minum dan makanan. Kita waktu itu betul-betul membutuhkan sekali pertolongan,” sebutnya.

Baca Juga: Ini Baru Keren, Pulang Haji Sekampung

Endang mengapresiasi kerja cepat petugas kesehatan. Endang menilai mereka sangat peduli kepada jemaah, sering mengingatkan untuk minum oralit, mengingatkan makan, dan selalu membuat jemaah nyaman.

“Alhamdulillah, teman saya tertangani dengan baik dan kembali sehat. Saya sangat berterima kasih kepada tim kesehatan dan semua petugas haji, serta pemerintah yang telah menyediakan semua fasilitas dalam penyelenggaraan haji 2023,” paparnya.

“Tahun ini memang benar-benar tahun haji ramah lansia,” tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X