Kondisi BUMN Kini Jauh Lebih Sehat. Erick Thohir: Korupsi Waskita Beton Terjadi Jauh Sebelum 2019

photo author
Indria Purnama Hadi, TitikTemu.co
- Sabtu, 1 Juli 2023 | 19:33 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat peresmian Menara Danareksa, Monas, Jumat (26/5)  (Kemen BUMN)
Menteri BUMN Erick Thohir saat peresmian Menara Danareksa, Monas, Jumat (26/5) (Kemen BUMN)

Erick menambahkan, ada empat langkah penyelamatan yang disiapkan: menggabungkan BUMN karya, restrukturisasi keuangan yang ada di perbankan (pinjaman), menyuntik dana segar untuk kelancaran arus kas, dan bagaimana memanfaatkan aset-aset untuk dikelola lebih baik.

Baca Juga: Santer Disebut Cawapres 2024, Erick Thohir: Saya Tegak Lurus Sama Pak Jokowi

“Salah satunya investasi INA (Indonesia Investment Authority) di Waskita ataupun di Wika. Kita lakukan itu. Tetapi tentu restrukturisasi perlu waktu, perlu sabar,” kata Erick.

Erick mencontohkan keberhasilan restrukturisasi maskapai Garuda Indonesia. Saat itu, tidak ada yang tahu restrukturisasi itu akan berhasil. Bahkan, saat itu, kata Erick, pihaknya menyiapkan Pelita Air sebagai alternatif apabila Garuda Indonesia bangkrut. Jika tidak, industri penerbangan Indonesia akan dimonopoli swasta. Itu sebabnya, Erick mengingatkan agar pembenahan BUMN tidak dilihat sepotong-sepotong.

Baca Juga: INFO HAJI : Jalur ke Mahbas Jin Macet, Sebagian Jemaah Pilih Jalan Dikawal Petugas

Khusus masalah pada dana pensiun, Erick mengatakan butuh waktu menyelesaikan. Sebab, sebelumnya aturan dana pensiun BUMN dibuat oleh masing-masing perusahaan terkait. Di bawah Erick Thohir, hal itu diubah menjadi pengelolaan bersama. Dengan begitu, masing-masing perusahaan tidak bisa lagi sembarangan dalam menggunakan dana pensiun untuk investasi atau jual beli perusahaan yang aneh-aneh. Untuk transisi penyehatan dana pensiun, Erick mengatakan dibutuhkan waktu 3-5 tahun.

“Pengelolaan yang menjadi masalah di bangsa kita, mau di BUMN mau di birokrasi, di olahraga, sama. Pengelolaan yang jadi masalah. Inilah yang selalu kenapa kita ingin perbaiki sama-sama tanpa menyalahkan siapa-siapa,” ujar Erick.

Baca Juga: Aih Ada Becak Wisata Di Solo , Kemana Dan Berapa Biayanya

Erick menegaskan, kerjasama dengan Kejaksaan Agung bukanlah sekadar menangkap orang, tetapi bagian dari koreksi Standar Operasional Prosedure (SOP) yang harus diikuti kemudian hari.

“Ini yang kita dorong terus bersama KPK untuk pencegahan korupsi dan kerjasama dengan Kejaksaan untuk pembersihan. Tetapi itu kita harapkan menjadi SOP, bukan hanya nangkap. Karena kalau hanya nangkap tetapi sistemnya tidak dibangun, leadernya sangat berat,” ujar Erick Thohir.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X