Timboel menilai metode pelatihan seperti itu tidak tepat diterapkan karena tidak memberikan nilai tambah terhadap kemampuan kerja peserta.
"Pelatihan berjalan di atas api bagi calon pekerja BPJS Ketenagakerjaan sangat tidak tepat dan harus disesalkan," ujar Timboel dalam keterangannya, Jumat, 31 Juli 2026.
Ia menambahkan, hingga saat ini dirinya tidak melihat adanya urgensi dari kegiatan tersebut untuk menunjang kompetensi para calon pegawai.
Dinilai Berpotensi Membahayakan Peserta
Selain dianggap tidak relevan, Timboel juga menyoroti aspek keselamatan peserta selama mengikuti pelatihan tersebut.
Menurutnya, aktivitas berjalan di atas bara api memiliki risiko yang tidak kecil dan berpotensi membahayakan calon pekerja apabila tidak dilakukan dengan standar keselamatan yang memadai.
Ia berharap penyelenggara dapat mengevaluasi metode pelatihan yang digunakan sehingga lebih berorientasi pada peningkatan kompetensi kerja tanpa mengabaikan aspek keamanan para peserta.
Hingga kabar ini beredar luas di media sosial, belum ada keterangan resmi dari BPJS Ketenagakerjaan terkait video yang viral maupun tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut.***
Artikel Terkait
Prabowo Dorong Penggunaan Atap Ramah Lingkungan, Selaras dengan Program 'Ganti Atap Rumah Wartawan' Promedia Group dan Alduro
CEO Promedia Grup Agus Sulistriyono: Media Harus Bangun Ekosistem Digital, Website Tak Lagi Jadi Andalan Utama
BSI Meriahkan Danantara Housing Expo 2026, Tawarkan KPR Syariah dengan Margin Mulai 2,75 Persen dan DP 1 Persen
Viral Video Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas Waingapu, Wanita 19 Tahun Ditemukan di Kamar, Warganet Sebut Rekaman Lama
DIKPI Inisiasi Pembentukan Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian Indonesia, Perkuat Kolaborasi Akademik
3 Pejabat PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Jadi Tersangka Korupsi Proyek Sambungan Air Bersih, Negara Rugi Rp4,5 Miliar