Sementara untuk mahasiswa, program ini diperuntukkan bagi mahasiswa S1 dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang mengambil jurusan terkait STEM, bisnis, atau sustainability.
Nilai akademik juga menjadi salah satu faktor penting dalam proses seleksi.
Baca Juga: Pensiun di Sektor Swasta: Kenapa Kamu Tidak Bisa Hanya Andalkan BPJSTK
Bantuan yang Tidak Sekadar Uang Kuliah
Banyak program beasiswa hanya fokus pada biaya pendidikan.
Grab Scholar mencoba menawarkan sesuatu yang lebih lengkap.
Selain dukungan dana pendidikan, penerima beasiswa berpeluang memperoleh bantuan biaya hidup sehingga dapat lebih fokus menjalani proses belajar.
Bagi mahasiswa, terdapat pula kesempatan mengikuti program magang yang dapat memperkaya pengalaman profesional sebelum lulus.
Kombinasi inilah yang membuat Grab Scholar menjadi salah satu program yang cukup diminati setiap tahunnya.
Baca Juga: 30.000 Calon Manajer Koperasi Dikirim ke Pelatihan Militer, Ide Brilian atau Salah Alamat?
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Sebelum mengisi formulir, calon peserta sebaiknya menyiapkan beberapa dokumen penting terlebih dahulu.
Dokumen tersebut meliputi Kartu Keluarga, rapor dua semester terakhir, surat keterangan tidak sedang menerima beasiswa lain, serta surat keterangan tidak mampu atau bukti tagihan listrik sebagai pendukung kondisi ekonomi keluarga.
Bagi peserta yang sudah memiliki KTP, dokumen identitas tersebut juga wajib dilampirkan.
Menyiapkan seluruh berkas sejak awal akan membantu proses pendaftaran berjalan lebih lancar.
Artikel Terkait
30.000 Calon Manajer Koperasi Dikirim ke Pelatihan Militer, Ide Brilian atau Salah Alamat?
Pensiun di Sektor Swasta: Kenapa Kamu Tidak Bisa Hanya Andalkan BPJSTK
Cara Atur Keuangan sebagai Ibu Rumah Tangga Tanpa Penghasilan Sendiri: Tetap Punya Kendali atas Masa Depan
Film Jangan Buang Ibu Tayang di Bioskop Juni 2026, Ini Cerita dan Para Pemerannya
Guru PPPK Tetap Masuk Saat Libur Sekolah? Penjelasan BKN Ini Bikin Perdebatan Makin Ramai
Detik-Detik Besi 30 Ton Hujani Tomang, Jalan Lumpuh dan Pengendara Dibuat Putar Haluan
Jangan Terjebak Asumsi: Mengapa Label "Gangguan Jiwa" dalam Kasus Penyekapan Bandung Bisa Jadi Bumerang?