PLN Butuh Hingga 15 Jam Pulihkan Blackout Sumatera — Ini Alasan PLTU Paling Lama Nyala

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:24 WIB
Ilustrasi PLN butuh 5–15 jam pulihkan blackout Sumatera. (Instagram @ssc_riau)
Ilustrasi PLN butuh 5–15 jam pulihkan blackout Sumatera. (Instagram @ssc_riau)

Prosesnya dimulai dari pemanasan air dalam ketel uap bertekanan tinggi, kemudian turbin diputar perlahan, lalu disambungkan dan disinkronkan dengan frekuensi jaringan listrik yang sudah aktif.

Semua itu tidak bisa dipercepat sembarangan — ada risiko kerusakan besar jika dilakukan tergesa-gesa.

"Harus dinyalakan satu per satu, kemudian harus kami sambungkan dan kami sinkronkan, dan ini membutuhkan waktu," ujar Darmawan.

Baca Juga: Syal Merah di Dermaga Jumunjin Kembali! Gong Yoo dan Kim Go Eun Reuni 10 Tahun Drama Goblin

Itulah mengapa sebagian wilayah masih mengalami kegelapan bahkan setelah jaringan transmisi dinyatakan puGobli

Transmisi boleh sudah beres — tapi selama PLTU belum sepenuhnya beroperasi, pasokan listrik tetap belum maksimal.

Akar Masalah: Efek Domino dari Jambi

Semua bermula dari gangguan transmisi 275 kilovolt di wilayah Jambi pada pukul 18.44 WIB.

Baca Juga: Buruan Daftar! PAMA Buka Lowongan Kerja 2026 untuk 3 Posisi di Tambang Sulawesi

Ketika jalur itu terputus, sejumlah pembangkit mengalami kelebihan pasokan — frekuensi dan tegangan melonjak drastis.

Sistem proteksi otomatis pun bekerja: pembangkit mematikan diri sendiri untuk mencegah kerusakan lebih serius.

Akibatnya, daerah lain yang justru bergantung pada pembangkit tersebut langsung kehilangan suplai. Efek domino tak terbendung — satu pembangkit mati, yang lain ikut terseret.

Baca Juga: Diam-diam Lo Kheng Hong Borong Saham Lagi — GJTL dan SIMP Masuk Keranjang!

Pemulihan Berjalan, Tapi Bertahap

PLN mengerahkan seluruh tim dan sumber daya sejak gangguan pertama terdeteksi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: PLN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X