Lubang Raksasa di Aceh Tengah Kian Melebar, Kebun Kopi Warga Terancam Hilang

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 18:24 WIB
Cerita warga Pondok Balik, Aceh Tengah mengenai nasib perkebunan kopinya yang hilang karena lubang raksasa. ( (Facebook/Amri Gunasti Gayo))
Cerita warga Pondok Balik, Aceh Tengah mengenai nasib perkebunan kopinya yang hilang karena lubang raksasa. ( (Facebook/Amri Gunasti Gayo))

TITIKTEMU.CO – Lubang raksasa yang muncul di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, dilaporkan terus meluas dan menimbulkan kekhawatiran warga sekitar. Setiap terjadi longsoran, area sawah, kebun, hingga akses jalan warga ikut terdampak.

Salah seorang warga, Usman, mengungkapkan kekhawatirannya karena lahan miliknya berada sangat dekat dengan bibir lubang. Ia menyadari bahwa tanah yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya berpotensi hilang sewaktu-waktu.

Kebun Kopi Jadi Sumber Nafkah Keluarga

Dalam video yang beredar di media sosial Facebook melalui akun Amri Gunasti Gayo, Usman menceritakan bahwa kebun kopi tersebut telah menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya selama puluhan tahun.

Baca Juga: 7 Manfaat Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadan, Bukan Sekadar Ajang Silaturahmi

Ia menyebut seluruh kebutuhan keluarga, termasuk pendidikan anak-anak hingga mereka berkeluarga, berasal dari hasil tanah tersebut. Dengan nada haru, Usman mengaku hanya bisa berserah diri jika sewaktu-waktu lahan itu benar-benar runtuh.

Menurutnya, kebun kopi miliknya kini hanya berjarak sekitar dua meter dari tepi lubang besar yang terus mengalami pergerakan tanah. Ia pun memilih ikhlas menerima kondisi yang disebut sebagai bencana tersebut.

Jalan Alternatif Ikut Terdampak

Dampak meluasnya lubang raksasa ini juga dirasakan warga lainnya. Jalan alternatif yang sebelumnya dibuat karena jalan utama sudah tergerus, kini ikut terdampak dan resmi ditutup sejak 20 Februari 2026.

Baca Juga: 9 Manfaat Buka Puasa Bersama Support System Saat Ramadan, Baik untuk Mental dan Motivasi

Akibatnya, masyarakat harus menggunakan jalur lain dengan jarak yang lebih jauh dan memutar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Penjelasan BRIN: Bukan Sinkhole

Menanggapi fenomena tersebut, Pusat Riset Kebencanaan Geologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa peristiwa di Aceh Tengah bukanlah sinkhole.

Menurut BRIN, kejadian tersebut merupakan longsoran tanah akibat lapisan tufa yang tidak padat dan memiliki daya ikat rendah, sehingga mudah terkikis dan runtuh. Struktur tanah yang rapuh membuat area tersebut rentan mengalami pergerakan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X