Viral Petugas Damkar Depok Diteror Usai Unggah Video Edukasi Fungsi Helm, Terima Ancaman ke WA Pribadi

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Kamis, 26 Februari 2026 | 11:40 WIB
Menyoroti penuturan seorang petugas Damkar yang mengaku mendapatkan teror setelah membagikan konten edukasi terkait fungsi helm. (Instagram.com/@xkhairulumam)
Menyoroti penuturan seorang petugas Damkar yang mengaku mendapatkan teror setelah membagikan konten edukasi terkait fungsi helm. (Instagram.com/@xkhairulumam)

TITIKTEMU.CO - Kasus teror yang dialami seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) asal Depok, Jawa Barat, menjadi sorotan publik di media sosial. Petugas bernama Khairul Umam mengaku mendapat ancaman setelah mengunggah konten edukasi terkait fungsi helm sebagai Alat Pelindung Diri (APD).

Konten tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @xkhairulumam, pada Minggu, 22 Februari 2026. Dalam video itu, Umam menjelaskan bahwa helm seharusnya digunakan untuk melindungi kepala, bukan untuk melukai.

Unggahan tersebut muncul di tengah ramainya pemberitaan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum polisi berinisial MS terhadap siswa MTs berinisial AT (14) di Kota Tual, Maluku.

Baca Juga: Viral Keluhan Warga Kemang Soal Kebisingan Lapangan Padel, Mengaku Terganggu hingga Tak Bisa Tidur

Teror Datang Tiga Hari Setelah Video Diunggah

Beberapa hari setelah video edukasi tersebut tayang, Umam mengaku mulai menerima berbagai bentuk intimidasi. Bahkan, ancaman disebut sudah masuk ke nomor WhatsApp pribadinya.

Melalui unggahan lanjutan pada Rabu, 25 Februari 2026, ia menyampaikan bahwa pesan-pesan ancaman datang dari orang yang tidak dikenalnya. Ia juga mengaku belum mengetahui identitas pihak yang mengirim teror tersebut.

Pelaku Kirim Dua Alamat Rumah

Yang lebih mengkhawatirkan, pelaku teror disebut mengetahui dua alamat rumah Umam. Dalam pesan ancaman, pengirim bahkan menyebut nama kedua orang tua Umam.

Baca Juga: Viral Penjual Nasi Goreng di Malang Pakai “Robot” Rakitan Sendiri, Kisahnya Bikin Haru

Isi pesan tersebut bernada intimidatif dan menyindir kembali soal penggunaan helm. Hal itu membuat Umam merasa terancam karena informasi pribadi yang dimiliki pelaku dinilai cukup detail.

Ia mengunggah tangkapan layar ancaman tersebut ke media sosial sebagai bentuk keterbukaan kepada publik. Dalam pernyataannya, Umam menyebut unggahan itu sengaja dibuat agar masyarakat mengetahui situasi yang sedang ia alami.

Kasus ini pun menuai perhatian luas dari warganet yang memberikan dukungan serta meminta aparat berwenang menindaklanjuti dugaan teror terhadap petugas Damkar tersebut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X