Gus Yahya Comeback ke Kursi Ketua Umum PBNU: Pleno NU Pilih Rukun daripada Ribut

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:45 WIB
Ilustrasi PBNU pulihkan Gus Yahya sebagai Ketum usai dicopot (Gambar dari Instagram @nuupdate didesain ulang AI)
Ilustrasi PBNU pulihkan Gus Yahya sebagai Ketum usai dicopot (Gambar dari Instagram @nuupdate didesain ulang AI)

Setelah Gus Yahya kembali dipulihkan, rapat pleno juga menerima pengembalian mandat dari KH Zulfa Mustofa yang sebelumnya sempat menjadi penjabat Ketua Umum PBNU saat Gus Yahya dicopot pada Desember 2025.

Tak berhenti di situ, pleno juga memulihkan kembali komposisi kepengurusan PBNU sesuai hasil Muktamar ke-34 NU, yang sebelumnya sudah diperbarui lewat mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) Tahun 2024.

Dengan kata lain, PBNU ingin “balik ke jalur resmi” sesuai aturan organisasi.

Baca Juga: Baca Buku Cepat Tapi Tetap Nyantol di Otak: Ini Trik Simpel Biar Kamu Paham Isinya

PBNU Akan Audit Ulang SK yang Tanda Tangannya Tidak Lengkap

Salah satu poin penting lainnya adalah keputusan pleno untuk meninjau ulang surat keputusan (SK) yang pernah diterbitkan, baik di tingkat:

  • PWNU
  • PCNU

maupun SK lainnya

Khususnya SK yang dianggap terbit tanpa tanda tangan lengkap dari unsur pimpinan, seperti Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum, dan Sekretaris Jenderal, sesuai ketentuan dalam SK PAW 2024.

Langkah ini bisa dibaca sebagai upaya PBNU untuk memperkuat legitimasi administrasi dan mencegah polemik serupa di kemudian hari.

Agenda NU 2026: Munas, Konbes, hingga Muktamar Sudah Dijadwalkan

Selain mengurus dinamika kepengurusan, rapat pleno juga membahas agenda besar NU tahun 2026.

PBNU menyepakati bahwa:

  • Munas dan Konbes NU 2026 akan digelar pada Syawal 1447 H atau sekitar April 2026
  • Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026

Penetapan jadwal ini penting karena NU sedang memasuki fase agenda strategis yang bakal menentukan arah organisasi ke depan.

Pemulihan jabatan Gus Yahya menunjukkan bahwa PBNU memilih langkah yang lebih menenangkan: merawat persatuan, menyelesaikan dinamika internal, dan memastikan organisasi tetap berjalan ke depan.

Dengan permohonan maaf yang diterima, mandat penjabat ketum yang dikembalikan, hingga evaluasi SK dan penetapan agenda 2026, pleno PBNU kali ini terasa seperti “reset besar” agar NU tetap solid menghadapi momen penting tahun ini.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X