Nandang menyebut Gedung Kreatif yang dulu dibuka dengan gegap gempita, kini justru tampak seperti artefak yang kehilangan denyut aktivitas.
Ia juga menyoroti kawasan Kujang Sapasang dan Masjid Al-Kamil.
Meski niat awal pembangunan masjid dianggap mulia—sebagai fasilitas ibadah bagi wisatawan Jatigede—kenyataannya kini jauh dari harapan.
Bahkan, berdasarkan cerita rekannya yang sempat beribadah di sana, jumlah jemaah kerap tak mencapai satu saf penuh.
Baca Juga: Mimpi Jadi Dokter, Siapkah Dompet? Ini Biaya Kuliah Kedokteran 2026 di Kampus Swasta Jogja
Ambisi Besar Tanpa Napas Panjang
Menurut Nandang, persoalan utama terletak pada absennya konsep keberlanjutan.
Beberapa proyek sempat digadang-gadang memiliki pamor internasional, bahkan disandingkan dengan ikon dunia seperti Menara Eiffel.
Namun, ambisi sebesar itu dinilai mustahil tercapai jika bangunan hanya didirikan tanpa strategi untuk menghidupkannya secara konsisten.
Kehendak Pejabat, Bukan Aspirasi Publik
Kritik paling tajam diarahkan pada proses lahirnya proyek-proyek tersebut.
XxNandang menilai bangunan-bangunan itu bukan hasil dorongan masyarakat, melainkan kehendak elite kekuasaan yang kemudian disetujui birokrasi daerah.
Karena menggunakan anggaran publik, ia menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan politik. Bangunan tak boleh sekadar berdiri megah, tetapi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Nama Bukan Masalah, Manfaat yang Utama
Terkait nama Masjid Al-Kamil yang sempat menuai perbincangan, Nandang menganggapnya bukan isu substansial.
Artikel Terkait
Ketika Huruf Terasa Asing: Alarm Sunyi Literasi Gen Z di Kampus Amerika
Motor Bebek Tak Pernah Tua: Honda Wave 110S 2026 Datang Membawa Warisan dan Zaman Baru
Bukan CPNS, Tapi Peluang Nyata: KPKNL Malang Buka Rekrutmen PPNPN 2026 untuk Perempuan Muda
Ini 7 Amalan di Bulan Syaban dan Keutamaannya, Menjemput Berkah Jelang Ramadhan
Tabel Angsuran KPR Bank BUMN 2026: Bunga Rendah, Syarat Mudah
Profil & Biodata Ning Umi Laila, Instagram, Tiktok, Perjalanan Dakwah Ustadzah Muda Viral Asal Surabaya
Siapa Gus Anas Hidayatulloh? Profil Suami Ning Umi Laila, Usia, Pendidikan dan Pekerjaanya
KNKT: Pesawat ATR 42-500 Hancur Tabrak Gunung Bulusaraung, 1 Korban Ditemukan di Jurang
Mimpi Jadi Dokter, Siapkah Dompet? Ini Biaya Kuliah Kedokteran 2026 di Kampus Swasta Jogja
Profil Andy Dahananto, Pilot Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak dan Tabrak Gunung