TITIKTEMU.CO - Akses jalur darat masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah pascabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera pada akhir November 2025. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.
Hingga kini, sejumlah desa di kecamatan tersebut belum memiliki akses jalan yang layak. Bahkan, warga Desa Burlah terpaksa memanfaatkan tali sling sebagai sarana utama untuk keluar masuk desa akibat jalur darat yang terputus total.
Tali Sling Jadi Jalur Kehidupan Warga
Putusnya akses jalan akibat banjir dan longsor memaksa warga mencari alternatif agar tetap bisa beraktivitas. Tali sling dipasang melintang di atas sungai berarus deras sebagai satu-satunya penghubung antarwilayah.
Selain digunakan untuk menyeberang, tali sling juga dimanfaatkan warga untuk mengangkut logistik serta hasil pertanian yang hendak dijual, seperti cabai dan durian.
“Kondisi masyarakat bertahan hidup dengan sling, untuk mengangkut kebutuhan dan hasil tani. Situasinya sangat berat dan pemulihan akan memakan waktu lama, termasuk dari sisi kesehatan,” tulis relawan sekaligus dokter, @dr.ilhamsyhputra, dalam unggahan Instagram pada Senin (29/12/2025).
Dalam video tersebut terlihat Desa Burlah dipenuhi material kayu besar, rumah warga rusak berat, sebagian ambruk, dan lumpur mengering menutupi pemukiman.
Wabup Aceh Tengah Hampir Terjatuh saat Menyeberang
Kondisi ekstrem akses desa ini juga dialami Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan. Sebuah video viral memperlihatkan momen menegangkan saat ia menyeberangi Sungai Bergang menggunakan tali sling di Desa Bergang, Kecamatan Ketol, pada 24 Desember 2025.
Saat berada di tengah sungai, salah satu pengikat sling tiba-tiba putus karena tidak kuat menahan beban tubuhnya bersama motor trail yang ikut dibawa. Insiden tersebut nyaris membuat Muchsin terjatuh ke sungai dari ketinggian sekitar 10 meter.
Belasan Desa Masih Tanpa Listrik
Selain akses jalan, masalah kelistrikan juga belum terselesaikan di Kecamatan Ketol. Hingga akhir Desember 2025, sebanyak 11 desa, termasuk Desa Burlah, masih hidup dalam kondisi gelap karena jaringan listrik belum dapat dipulihkan.
Artikel Terkait
Terisolir Pascabanjir, Warga Gayo Lues Tempuh Sungai Deras dan Jembatan Tali Demi Salurkan Bantuan
Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Belum Ada Tersangka, Bambang Widjojanto Soroti Pola Baru KPK
Rumah Warga Hanyut Diterjang Banjir Aceh Tamiang, Desa Suka Jadi Kini Dipenuhi Tenda Pengungsi
Lowongan Kerja Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta Desember 2025, Dibuka untuk Staf Sekretariat dan Media Creator
Viral Tagar PestaRasaAkhirTahun di Media Sosial TikTok hingga Instagram, Ternyata Ini Makna dan Tujuannya
Sebulan Pascabanjir, Puluhan Desa di Aceh Tengah Masih Gelap, Warga Bantu Truk PLN Tembus Jalan Berlumpur