BNPB dan TNI Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh, Fokus Air Bersih dan Akses Jalan

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Rabu, 24 Desember 2025 | 23:24 WIB
BNPB berkolaborasi dengan TNI membangun sumur bor di 12 desa Aceh Utara. (Dok BNPB)
BNPB berkolaborasi dengan TNI membangun sumur bor di 12 desa Aceh Utara. (Dok BNPB)

 

TITIKTEMU.CO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat langkah pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh. Melalui kerja sama dengan Kodim Lhokseumawe, upaya penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih serta pembukaan jalur transportasi alternatif di wilayah terdampak, khususnya Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Gayo Lues.

Di Kabupaten Aceh Utara, BNPB melaksanakan program pemboran sumur air bersih di 12 desa terdampak bencana yang berada di Kecamatan Langkahan. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan akses air layak konsumsi yang sempat terganggu akibat bencana.

BNPB menilai, pemboran sumur air bersih menjadi solusi jangka menengah yang efektif bagi warga yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan air. Keterlibatan TNI dalam proses teknis di lapangan turut mempercepat pengerjaan sekaligus memastikan keamanan serta ketepatan titik pemboran.

Baca Juga: Haru Warga Pulau Tiga Aceh Tamiang, Relawan Akhirnya Tembus Desa Usai Terisolasi Banjir Bandang

Selain di Aceh Utara, BNPB juga melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan jalan alternatif di Kabupaten Gayo Lues. Pembangunan jalur ini bertujuan membuka kembali akses dari Desa Tetukah, Kecamatan Blang Jerango, menuju sejumlah desa yang sebelumnya terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.

Beberapa desa yang menjadi sasaran pembukaan akses tersebut di antaranya Desa Tetingi, Desa Remukut, Desa Kuning Kurnia, dan Desa Senderen di Kecamatan Pantan Cuaca. Jalan darurat ini memiliki peran vital sebagai jalur mobilitas warga sekaligus memperlancar distribusi bantuan logistik dan layanan kemanusiaan.

Panjang jalan alternatif yang tengah dikerjakan mencapai sekitar dua kilometer. Meski menghadapi tantangan cuaca dan kondisi geografis pegunungan di Gayo Lues, progres pembangunan dilaporkan berjalan signifikan dan ditargetkan segera terhubung kembali dengan ruas jalan provinsi di Desa Remukut.

Baca Juga: Krisis Air Bersih di Aceh Tamiang, Warga Terpaksa Konsumsi Air Hijau dari Bekas Pabrik Sawit

BNPB menyampaikan bahwa hingga sore hari ini, pembangunan jalan alternatif tersebut hampir rampung dan segera dapat difungsikan untuk menghubungkan kembali jalur utama antarwilayah. Konektivitas ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan, BNPB bersama pihak terkait berencana menambah satu unit alat berat berupa ekskavator yang akan ditempatkan di Desa Kuning, Kecamatan Rikit Gaib. Alat berat tambahan tersebut akan difokuskan membuka jalur dari Desa Kuning menuju Desa Kuning Kurnia serta Desa Senderen di Kecamatan Pantan Cuaca.

Baca Juga: Kreativitas Warga Aceh Tamiang Atasi Krisis Air Bersih Pascabanjir Bandang

Pengerjaan jalur dilakukan dari dua arah dengan target bertemu di perbatasan Kecamatan Pantan Cuaca dan Kecamatan Rikit Gaib. BNPB menegaskan, sinergi antara BNPB dan TNI menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana di Aceh.

Dengan tersedianya akses air bersih dan terbukanya jalur transportasi, diharapkan masyarakat di Aceh Utara dan Gayo Lues dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal, sekaligus meningkatkan ketangguhan wilayah terhadap risiko bencana ke depan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X