TITIKTEMU.CO - Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, masih terus berlangsung. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menemui para penyintas dan memastikan bahwa proses pencarian korban hilang akan dilakukan hingga seluruhnya ditemukan, termasuk percepatan relokasi ke hunian sementara (huntara).
Pencarian Hari Kelima: 16 Korban Ditemukan, 7 Masih Hilang
Dalam pencarian hari kelima, Senin (17/11/2025), tim gabungan berhasil menemukan tiga korban dalam kondisi meninggal dunia. Ketiganya merupakan satu keluarga. Dengan temuan terbaru ini, total korban meninggal menjadi 16 orang, sementara 7 lainnya masih dinyatakan hilang.
Baca Juga: Aplikasi TRING! Pegadaian Panen Keluhan: Rating Anjlok, Pengguna Komplain Error dan OTP Bermasalah
Suharyanto mengungkapkan bahwa ia menerima permintaan langsung dari keluarga korban agar pencarian tidak dihentikan sebelum semua ditemukan.
“Kami tegaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan akan berakhir setelah seluruh korban berhasil ditemukan,” tegasnya dalam keterangan BNPB, Selasa (18/11/2025).
Cuaca Hambat Evakuasi, Basarnas Tandai Lokasi Prioritas
Menurut Suharyanto, Basarnas telah menandai titik-titik yang menjadi fokus pencarian tujuh korban yang masih hilang. Namun, cuaca hujan pada Senin sore menyebabkan proses evakuasi terhenti sementara.
Ia menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca yang dilakukan tim gabungan cukup membantu, karena cuaca cerah berhasil dipertahankan dari pagi hingga sore.
“Malam hari masih terjadi hujan ringan, tapi begitu terang (Selasa), pencarian akan dilanjutkan,” ujarnya.
Baca Juga: Respons Cepat DPR dan Pemerintah: Dua Guru SMA 1 Luwu Utara Resmi Direhabilitasi
Penyintas Minta Relokasi Dipercepat, Lahan Sudah Disiapkan
Selain pencarian korban, BNPB juga memprioritaskan relokasi bagi warga selamat yang meminta dipindahkan ke tempat lebih aman. Suharyanto menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk proses relokasi.
Tahap awal relokasi adalah pembangunan hunian sementara yang akan dikerjakan BNPB bersama TNI dan Polri di wilayah Kabupaten Cilacap. Lokasi relokasi berada sekitar 2 km dari area longsor.
Artikel Terkait
Arsul Sani Bantah Tuduhan Ijazah Palsu: Tunjukkan Dokumen Asli dan Ungkap Riwayat Studi Sejak 2011
Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Pastikan Kekayaan Negara untuk Seluruh Rakyat
Seskab Teddy Indra Wijaya Dipuji sebagai Wajah Baru Birokrasi Humanis, Popularitas Melonjak di Mata Publik
Respons Cepat DPR dan Pemerintah: Dua Guru SMA 1 Luwu Utara Resmi Direhabilitasi
Aplikasi TRING! Pegadaian Panen Keluhan: Rating Anjlok, Pengguna Komplain Error dan OTP Bermasalah