Selain itu, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terus diperkuat untuk membantu renovasi rumah tidak layak huni.
“Masih ada sekitar 26,9 juta rumah rakyat yang belum layak huni. Tahun ini pemerintah bantu renovasi 45 ribu rumah,” ungkapnya.
“Tahun depan, Presiden menaikkan target menjadi 400 ribu rumah,” tambah Maruarar.
Pembangunan Perumahan Dorong Ekonomi Kerakyatan
Maruarar menegaskan, program perumahan tidak hanya berdampak sosial tetapi juga mendorong ekonomi rakyat.
Proyek perumahan dinilai mampu menghidupkan aktivitas usaha kecil, mulai dari pedagang bahan makanan, toko bangunan, hingga industri rumahan penyuplai bahan konstruksi.
“Banyak ibu-ibu yang akhirnya bisa membuka warung atau usaha makan di rumahnya. Jadi efeknya langsung ke ekonomi rakyat,” tutupnya.***
Artikel Terkait
Pernyataan Menag Soal Isu Kekerasan Seksual di Pesantren Tuai Kritik, Pandji Pragiwaksono Angkat Suara
Mayapada Healthcare Resmikan Mayapada Medical Center Kuningan: Inovasi Layanan Kesehatan Modern bagi Masyarakat Urban
Ramai Janji Insentif Rp5 Juta, BGN Klarifikasi Pernyataan Wakil Kepala Hanya Candaan saat Rapat
Mahasiswi UNS Penerima KIP-K Dicabut Beasiswanya Usai Video Pesta Malam Viral, Kampus Beri Sanksi dan Konseling
Proyek Lift Kaca di Tebing Pantai Kelingking Bali Tuai Polemik: Dinilai Rusak Alam, Pemda Klaim Sudah Berizin