Bahasa Portugis Masuk Sekolah? DPR Ingatkan Pemerintah: Jangan Cuma Demi Diplomasi Sesaat

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 16:55 WIB
Anggota DPR tanggapi pernyataan Presiden Prabowo yang ingin memasukkan bahasa Portugis di pendidikan Indonesia.  (Instagram/presidenrepublikindonesia)
Anggota DPR tanggapi pernyataan Presiden Prabowo yang ingin memasukkan bahasa Portugis di pendidikan Indonesia. (Instagram/presidenrepublikindonesia)

TITIKTEMU.CO - Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, memberi tanggapan kritis terkait ide Presiden Prabowo Subianto yang ingin memasukkan bahasa Portugis sebagai pelajaran di sekolah.

Menurutnya, wacana tersebut perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan masalah baru dalam dunia pendidikan.

Bonnie menilai, bahasa Portugis bukanlah bahasa yang banyak dipakai dalam komunikasi global maupun dunia akademik internasional. Karena itu, ia meragukan urgensi kebijakan tersebut.

"Bahasa Portugis bukan bahasa yang umum dipakai untuk pergaulan antar bangsa atau aktivitas ilmiah," ujar Bonnie dalam pernyataan resminya, Sabtu 25 Oktober 2025.

Ia bahkan menduga pernyataan Presiden Prabowo hanyalah bagian dari upaya diplomasi saat bertemu Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva. "Mungkin ini sekadar gesture diplomatik," tambahnya.

Baca Juga: Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia: Cinta yang Gagal Bersatu Lagi

DPR: Jangan Jadi Beban Kurikulum

Bonnie menegaskan, kebijakan bahasa asing di sekolah seharusnya dirumuskan dengan memperhatikan kondisi peserta didik.

Jangan sampai bahasa Portugis malah menjadi mata pelajaran tambahan yang justru membebani siswa dan guru.

"Kalau sampai diwajibkan, itu hanya akan menambah tekanan bagi siswa. Guru juga jadi repot karena butuh pelatihan khusus atau tenaga pengajar baru," jelasnya. Bonnie menyarankan, jika ingin tetap diajarkan, bahasa Portugis cukup dijadikan opsional, bukan wajib.

Selain soal beban pelajaran, ia juga mempertanyakan kesiapan tenaga pendidik. "Siapa yang akan mengajar?Dari mana guru bahasa Portugis akan didatangkan? Bagaimana alokasi anggarannya?" kritiknya.

Baca Juga: Drama Coretax: Janji Beres Oktober Molor, Purbaya Sindir Kualitas 'Selevel Lulusan SMA

Bahasa Inggris dan Mandarin Lebih Penting

Anggota DPR dari Dapil Banten I itu juga mendorong pemerintah untuk fokus pada peningkatan kualitas bahasa yang sudah terbukti dibutuhkan secara global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X