Doa Kolektif Itu Indah
Meski ramai kritik, tidak sedikit yang memberikan dukungan terhadap langkah Yusuf Mansur. Beberapa pengikutnya menilai inisiatif tersebut bisa menjadi sarana silaturahmi dan ibadah bersama secara daring.
“Doanya terasa lebih khusyuk, senang bisa ikut diaminkan bareng Ustaz,” tulis salah satu penonton.
Pendapat serupa datang dari akun lain yang menilai sedekah sebelum berdoa bukanlah hal baru dalam ajaran Islam. Menurut mereka, doa yang disertai sedekah bisa menjadi bentuk pengharapan dan keikhlasan kepada Tuhan.
Baca Juga: SIAPA Mbah Tarman Pacitan? Kakek 74 Tahun Viral Setelah Kasus Penipuan Mahar Rp3 Miliar
Bukan Kontroversi Pertama
Yusuf Mansur bukan kali pertama terseret dalam polemik. Sebelumnya, dia juga sempat menjadi sorotan karena bisnis aplikasi keuangan PayTren dicabut izin operasinya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2024
Saat itu, Yusuf Mansur membantah tudingan pelanggaran dan menyebut bahwa PayTren hanya sedang berproses memperbarui izin. Kini, munculnya layanan doa online menambah daftar panjang kontroversinya.
Hingga kini, Yusuf Mansur belum memberikan klarifikasi terkait tudingan dirinya menjual doa. Sementara akun media sosialnya masih aktif menayangkan program keagamaan, motivasi, dan ajakan sedekah.
Banyak pihak menunggu tanggapan Yusuf Mansur mengenai niatya di balik program doa online ini. Apakah sekadar bentuk penggalangan dana amal, atau memang sebuah layanan doa berbayar?***
Artikel Terkait
Lirik Tepuk Sakinah: Viral di TikTok, Bukan Sekadar Yel-Yel, Tapi Bekal Rumah Tangga Bahagia
Ungkap Makna “Tepuk Sakinah” yang Viral di Media Sosial: Simbol Cinta dan Komitmen di Tengah Maraknya Perceraian
Video Evakuasi Dina Oktaviani, Pegawai Minimarket Karawang yang Viral: Kronologi Dari Penemuan Jasad hingga Penangkapan Pelaku
Kisah Pernikahan Bak Dongeng dengan Mahar Rp3 Miliar di Pacitan yang Berakhir Memilukan