Prof. Ojat Darojat lahir di Sumedang, Jawa Barat, dan dikenal sebagai salah satu akademisi berpengaruh di bidang pendidikan jarak jauh di Indonesia.
Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), melanjutkan Diploma IV dan Master of Business di LaTrobe University, Australia, serta meraih gelar Ph.D. dari Simon Fraser University (SFU) Canada.
Baca Juga: DPR Soroti Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Disebut Jadi Biang Masalah
Sebelum menjabat sebagai Deputi di Kemenko PMK, Prof. Ojat pernah memimpin Universitas Terbuka (UT) sebagai Rektor, di mana ia dikenal sebagai penggerak inovasi digital dan perluasan akses pendidikan jarak jauh.
Kini, dalam perannya di pemerintahan, Prof. Ojat berfokus pada perumusan kebijakan dan koordinasi lintas sektor pendidikan, kebudayaan, serta penguatan karakter kebangsaan.
Dari Sumedang untuk Indonesia
Bagi Prof. Ojat, tanah kelahirannya, Sumedang, merupakan sumber semangat dalam setiap langkah pengabdian. Daerah ini dikenal memiliki tradisi pendidikan kuat dan menjadi salah satu pelopor smart city di Indonesia.
“Sebagai putra Sumedang, saya merasa terpanggil untuk berkontribusi bagi bangsa. Apa yang saya pelajari sejak kecil saya jadikan motivasi untuk melahirkan kebijakan yang bermanfaat bagi seluruh anak Indonesia,” ungkapnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Cukai Rokok 2026 Tidak Naik, Kritik dan Dukungan Bermunculan
Prof. Ojat berharap, melalui program Makan Bergizi Gratis, pemerintah tidak hanya memperbaiki kualitas gizi anak-anak, tetapi juga mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Program ini diharapkan menjadi instrumen penting dalam mencetak generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Melalui dukungan lintas sektor dan tata kelola yang baik, MBG diharapkan mampu menciptakan generasi emas Indonesia yang sehat dan unggul di masa depan.***
Artikel Terkait
Tragedi Musala 3 Lantai Ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 66 Santri Diduga Masih Tertimbun Reruntuhan
Kolaborasi Pertamina dan SPBU Swasta Gagal Terwujud, Kandungan Etanol Jadi Penghalang
Menkeu Purbaya Tegaskan Cukai Rokok 2026 Tidak Naik, Kritik dan Dukungan Bermunculan
DPR Soroti Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Disebut Jadi Biang Masalah
Pemerintah Beri Insentif Guru dan Kader untuk Perkuat Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil Saling Balas Soal Data Harga LPG 3 Kg dan Subsidi Pemerintah