Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil Saling Balas Soal Data Harga LPG 3 Kg dan Subsidi Pemerintah

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 08:43 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tanggapi pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat disebut salah baca data. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tanggapi pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat disebut salah baca data. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

TITIKTEMU.CO - Ketegangan pernyataan antara Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia masih terus berlanjut. Keduanya terlibat silang pendapat terkait harga gas LPG 3 kilogram (Kg) serta subsidi yang diberikan pemerintah.

Purbaya Yudhi Sadewa: Angka dari Staf, Yakin Tidak Jauh Berbeda

Menkeu Purbaya menegaskan bahwa data mengenai harga LPG 3 kg yang ia sampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI pada 30 September 2025 lalu merupakan hasil perhitungan dari staf di Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Pemerintah Beri Insentif Guru dan Kader untuk Perkuat Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Dalam pemaparannya, Purbaya menyebut harga asli LPG 3 kg adalah sekitar Rp42.750 per tabung, dengan subsidi pemerintah sebesar Rp30.000, sehingga masyarakat cukup membayar Rp12.750.

Saat ditemui di Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat, 3 Oktober 2025, Purbaya menegaskan masih mempelajari data tersebut.

“Saya sedang pelajari. Mungkin Pak Bahlil betul, tapi kita lihat lagi seperti apa. Yang jelas saya dapat angka dari hitungan staf saya,” ujar Purbaya.
“Nanti kita lihat di mana salah pengertiannya, tapi harusnya pada akhirnya angkanya sama. Uangnya ya segitu juga,” imbuhnya.

Menanggapi pernyataan Bahlil yang menyebut dirinya salah baca data, Purbaya menyatakan bahwa perbedaan cara membaca data bisa saja terjadi antara instansi yang berbeda.

Baca Juga: DPR Soroti Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Disebut Jadi Biang Masalah

“Mungkin cara ngelihat datanya beda. Hitung-hitungan itu kadang dari praktik sama dari akuntan bisa beda cara nulisnya. Tapi saya yakin besarannya tetap sama,” jelasnya.

Bahkan, Purbaya sempat berkelakar, jika salah hitung bisa membuat uang bertambah, maka ia akan “senang terus salah hitung”.

Bahlil Lahadalia: Menteri Baru Masih Butuh Penyesuaian

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menganggap Menkeu Purbaya keliru dalam membaca data soal LPG 3 kg saat rapat kerja di DPR.

“Itu mungkin Menkeunya salah baca data. Biasalah, mungkin butuh penyesuaian,” ujar Bahlil di kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X