Ucapannya sempat menjadi trending topic dan menimbulkan pro-kontra di media sosial.
Banyak yang menduga, suara lantang Sahroni tersebut menjadi alasan ia harus melepas kursinya.
Namun, partai buru-buru meredam spekulasi ini dengan penjelasan resmi.
Penjelasan NasDem: “Bukan Pencopotan”
Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, menegaskan bahwa publik tidak perlu melihat keputusan ini sebagai bentuk hukuman.
Menurutnya, rotasi merupakan hal biasa di parlemen.
“Tidak ada pencopotan. Ini murni penyegaran dan rotasi biasa,” kata Hermawi saat dikonfirmasi Jumat (29/8).
Pernyataan ini menjadi penegas bahwa NasDem ingin menjaga citra stabil dan solid, sekaligus menghindari narasi adanya tekanan internal terhadap Sahroni.
Sahroni dan Gaya Politiknya yang Kontroversial
Ahmad Sahroni dikenal sebagai politisi yang blak-blakan.
Kariernya di DPR sering disorot media karena gaya komunikasinya yang lugas dan terkadang kontroversial.
Dari isu hukum, politik, hingga kritik terhadap parlemen sendiri, ia kerap tak segan mengungkapkan pendapat secara terbuka.
Rotasi ke Komisi I bisa menjadi babak baru bagi Sahroni.
Komisi yang membidangi pertahanan, luar negeri, hingga komunikasi ini tentu akan membuka ruang berbeda bagi sepak terjangnya di DPR.
Artikel Terkait
6 Topik Kesehatan Mental yang Sedang Banyak Dibicarakan dan Relevan untuk Kita, Nomor 6 Relevan di Semua Kalangan
Gelombang Protes RI Jadi Headline Media Asing, Isu DPR dan Buruh Memanas
Daftar Nominasi Korea Drama Awards 2025, IU, Park Bo Gum, dan Park Bo Young Bersaing Ketat
Drama China Dangerous Love 2025 di WeTv, Sinopsis dan Link Nonton
Sinopsis Drachin Twelve Letters, Jadwal Tayang, dan Link Streaming Sub Indo
Kemenag Buka Pendaftaran Lowongan Kerja Anggota Baznas 2025–2030, Buruan!
Suzuki e-Vitara Resmi Meluncur, Siap Hadir di Indonesia Tahun Depan, Intip Spesifikasinya
Tragedi Demo Jakarta, Musisi dan Sineas Ramai-ramai Unggah Foto Hitam
Mendag Soroti Bisnis Waralaba: Lokal Lebih Banyak, Asing Lebih Tenar
Dicopot dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni Kini Anggota Komisi I, Buntut Pernyataan 'Orang Tolol Sedunia'?