Ini menunjukkan bahwa masyarakat masih punya "ruang konsumsi emosional", bahkan saat kondisi ekonomi sedang ketat.
Menuju Robeli: Harapan Baru Pemulihan Ekonomi
Ajib menilai bahwa seiring dengan pemulihan ekonomi nasional, daya beli masyarakat akan membaik.
Saat itu terjadi, kebiasaan "lihat-lihat saja" akan berubah menjadi transaksi nyata.
Ia optimis bahwa fenomena Rojali-Rohana ini hanyalah sementara.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang positif dan kebijakan pemerintah yang mendukung konsumsi, Indonesia akan segera memasuki fase Robeli, di mana masyarakat kembali aktif berbelanja, dan roda ekonomi terus berputar.
Saatnya Sambut "Robeli"
Fenomena Rojali-Rohana memang menjadi sinyal bahwa sektor konsumsi sedang mengalami tantangan. Namun, pelaku usaha tidak tinggal diam.
Dengan optimisme tinggi, mereka meyakini akan muncul gelombang baru konsumen aktif — Robeli — yang akan menjadi motor pemulihan ekonomi nasional.
Langkah ke depan adalah kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk menciptakan kebijakan yang bisa mengangkat daya beli, meningkatkan kualitas produk lokal, dan mendorong pertumbuhan investasi.***
Artikel Terkait
Kafe Sebagai Gaya Hidup, Pasarnya Sangat Besar, Peluang Bagi Indonesia
GAYA HIDUP: Office Look Wanita Ala Drama Korea, Biar Makin Stylish di Kantor!
Motor Baca ajak warga Subang senang membaca. Ada buku sejarah, kuliner hingga gaya hidup!
Gaya Hidup Cottagecore Mulai Dilirik Gen Z, Bandingkan dengan Gaya Hidup Metropolitan Mana yang Lebih Menarik?
5 Keunggulan Garmin Lily 2 Active, Smart Jewelry Stylish untuk Gaya Hidup Sehat
Jadi Tren Gaya Hidup Sehat, BRI Manfaatkan Peluang Berdayakan UMKM di Industri Gula Aren
Mengenal Gaya Hidup Slow Living, Tidak Harus Hidup di Desa!
BRImo SIP Padel League 2025 Siap Digelar, Komitmen BRI Dorong Gaya Hidup Sehat Generasi Urban
Fenomena Rojali dan Rohana Menurut Psikolog: Antara Kebutuhan Sosial, Gengsi, dan Tren Media Sosial