TITIKTEMU.CO, Menteri Agama Nasaruddin Umar berpesan tentang pentingnya kedisiplinan jemaah dalam membawa identitas resmi haji selama berada di Tanah Suci.
"Saya ingatkan kepada Bapak-Ibu, jangan sampai ketinggalan identitas. Tanpa itu, tidak bisa mengakses Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dan bisa berurusan dengan polisi," tegas Menag.
Menag menceritakan pengalamannya saat hendak memasuki Masjidil Haram saat sedang memantau persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Ia diizinkan masuk setelah menunjukkan kartu identitas resmi.
"Waktu itu, saya bersama Bapak Yahya Hassan, pengurus yang dibentuk oleh kerajaan. Setelah menunjukkan kartu identitas resmi, kami diizinkan masuk (ke Masjidil Haram)," ungkapnya
Baca Juga: Kemenag Peringatkan Jemaah soal Visa Non-Haji: Jangan Tergiur Tawaran Ilegal di Musim Haji
Menag juga menggambarkan kondisi pelataran Masjid Nabawi yang sudah relatif sepi, dan pengamanan yang sangat ketat. “Madinah juga saat ini masih steril. Hanya jemaah dengan visa haji yang diperbolehkan masuk. Umrah sudah tidak diizinkan lagi,” jelas Menag.
Lebih lanjut, Menag menyampaikan bahwa keluar dari hotel di Tanah Suci pun bisa diperiksa oleh polisi, dan jika tidak membawa identitas, jemaah bisa berurusan dengan pihak keamanan.
“Keluar dari hotel pun, harus siap diperiksa oleh polisi untuk memastikan visanya visa haji. Polisinya sekarang bukan seperti dulu. Sekarang mereka berseragam hitam-hitam, gagah, dan merupakan pasukan khusus," ujar Menag.
Artikel Terkait
ISTIMEWA! Musim Haji Tahun Ini Bertepatan dengan Haji Akbar. Menag: Pahala 70 Kali Lebih Besar dari Haji Biasa
Kemenag Gelar Manasik Haji Nasional Perdana Secara Hybrid, Lebih dari 140 Ribu Jemaah Berpartisipasi
Kemenag Peringatkan Jemaah soal Visa Non-Haji: Jangan Tergiur Tawaran Ilegal di Musim Haji
Menag Nasaruddin Umar Berikan Pesan Spiritual di Depan Kakbah untuk Petugas Haji Indonesia
Wamenag Romo Syafii Tinjau Langsung Persiapan Haji 2025 Demi Pelayanan Jemaah yang Lebih Baik