Mengapa Sering Turun Hujan Saat Imlek? Ini Filosofi dan Maknanya

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Kamis, 30 Januari 2025 | 18:04 WIB
Filosofi turunnya hujan saat perayaan Imlek (freepik)
Filosofi turunnya hujan saat perayaan Imlek (freepik)

Pernyataan ini juga diperkuat oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, yang menjelaskan bahwa sistem penanggalan Imlek menggunakan kalender lunar-solar, yaitu kombinasi antara kalender Matahari dan Bulan.

Baca Juga: Peluang Emas Hadir di Lampung! Lowongan Kerja BUMN Bank BRI 2025 untuk Posisi RM Dana dan Transaksi, Link Daftar DI SINI

Hal ini menyebabkan perayaan Imlek selalu berlangsung di bulan Januari-Februari, yang bertepatan dengan musim hujan di Indonesia.

Hujan Saat Imlek: Kearifan Lokal di Indonesia

Menariknya, hujan saat Tahun Baru Imlek kemungkinan besar hanya terjadi di Indonesia.

Beberapa tokoh Tionghoa menyatakan bahwa di negara lain, seperti China dan sebagian besar wilayah Eropa, perayaan Imlek berlangsung saat musim dingin, di mana yang turun bukan hujan, melainkan salju.

Oleh sebab itu, keyakinan bahwa hujan di hari Imlek adalah pertanda keberkahan bisa dikatakan sebagai bentuk kearifan lokal yang berkembang di Indonesia.

Baca Juga: Lowongan Kerja Magang PT Nestlé Indonesia 2025 untuk Mahasiswa Aktif melalui Nestlé Internship Program

Bagi masyarakat Tionghoa di Tanah Air, hujan bukanlah rintangan dalam perayaan Imlek, melainkan sesuatu yang membawa makna positif.

Semakin deras hujan yang turun, semakin besar keberuntungan yang diyakini akan datang.

Fenomena ini dianggap sebagai tanda awal yang baik untuk memulai tahun yang baru, dengan harapan akan mendatangkan rezeki, kesuksesan, dan kebahagiaan bagi mereka yang merayakannya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X