Konsep Green Building KUA bukan sekadar bangunan modern, tetapi juga ramah lingkungan dan efisien energi.
Cecep menjelaskan, proyek ini berpedoman pada Permen PUPR Nomor 21 Tahun 2021 yang menggarisbawahi tiga aspek utama:
1. Ramah Lingkungan
Bangunan dirancang untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Salah satu langkahnya adalah pengurangan emisi karbon. Misalnya, penggunaan pendingin ruangan dibatasi hanya pada AC yang memenuhi standar ramah lingkungan.
“Kami ingin menciptakan ruang yang asri, nyaman, dan berkontribusi pada kelestarian lingkungan,” kata Cecep.
2. Efisiensi Energi
Setiap KUA akan dilengkapi dengan panel surya untuk memenuhi kebutuhan energi listrik secara mandiri.
Selain itu, sistem pencahayaan menggunakan lampu LED hemat energi, sehingga operasional gedung lebih ekonomis tanpa mengurangi kenyamanan.
3. Daur Ulang Sumber Daya
Proyek ini juga mengadopsi teknologi daur ulang untuk limbah air wudu dan air hujan.
Air tersebut akan melewati proses penyaringan tiga tahap sebelum disimpan di ground tank untuk digunakan kembali, seperti untuk menyiram tanaman atau keperluan lain.
Teknologi Modern untuk KUA Masa Depan
Artikel Terkait
Pertamina Grup Bantu Manfaatkan Energi Hijau untuk Komunitas Hidroponik Sehati Kota Dumai
"Netas on Java Camp 2024" Bisa Perkuat Peran Komunitas Wujudkan Pariwisata Hijau
BRI Ajak Pembalap MotoGP Tanam Pohon Demi Keseimbangan Lingkungan Untuk Dorong Pariwisata Hijau
Kalau Hijau Kampungku Lestari Jogjaku Jadi Tema Lomba
Jokowi Jadi Juru Kampanye Luthfi-Yasin: KPU Beri Lampu Hijau, Apa Kata Publik?
Hamparan Hijau Sayuran Organik di Atas Hotel Yogya Jadi Oase Perkotaan
Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp764,8 triliun, Langkah Nyata BRI Menuju Ekonomi Hijau
Sinergi UGM dan Kagama: Apresiasi, Kepedulian, dan Masa Depan Hijau Nusantara
UNDIP: Lima Tahun Berturut-turut Jadi Kampus Hijau Inspiratif di UI GreenMetric
BRI Satu-Satunya BUMN Penerbit Obligasi Hijau di Tahun 2024 Menjadi Terdepan dalam Praktik Sustainable Finance