Makan Bergizi Gratis Dimulai Hari Ini, Prabowo Perintahkan Bahan Baku Bersumber dari Desa untuk Gerakkan Ekonomi

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Senin, 6 Januari 2025 | 13:30 WIB
Prabowo Perintahkan Bahan Baku Bersumber dari Desa untuk Gerakkan Ekonomi (Ilustrasi/Net)
Prabowo Perintahkan Bahan Baku Bersumber dari Desa untuk Gerakkan Ekonomi (Ilustrasi/Net)

TITIKTEMU.CO, Bogor - Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dimulai pada ini Senin (6/1/2025) yang diselenggarakan di 190 titik yang tersebar di 26 provinsi.

Terkait program MBG tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan agar menggunakan bahan baku dari dalam negeri, dengan melibatkan koperasi hingga badan usaha milik desa (bumdes).

Baca Juga: Pengelolaan Risiko Dapen BRI Raih Sertifikasi ISO 31000:2018, Bukti Pengakuan Internasional

Perintah Prabowo itu terungkap dalam rapat bersama menteri-menteri terkait di Istana Bogor, Jumat (3/1/2024).

Presiden meminta mereka untuk memastikan pengunaan bahan baku dalam negeri dalam menjalankan program andalan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tersebut.

Baca Juga: Jadwal Tayang Ketindihan di Bioskop, Baca Sinopsisnya Jangan Tidur Malam Ini!

Baca Juga: Pemberdayaan Untuk Berkembang Secara Berkelanjutan, Rumah BUMN BRI Pekalongan Berhasil Dampingi 1.000 UMKM Naik Kelas

"Jadi arahan Presiden, (MBG) ini harus bahan bakunya harus dari Indonesia, dari desa, sehingga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Bukan impor," kata Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi usai rapat koordinasi bersama Presiden Prabowo.

Budi merinci pihaknya bakal melibatkan ribuan koperasi untuk menyukseskan program unggulan pemerintah. Ia juga mengaku telah mendata sebaran desa yang memproduksi beragam komoditas untuk menyokong MBG.

"Ada 1.923 koperasi yang siap menampung, siap berkontribusi dalam penyelenggaran makan bergizi gratis," kata Budi.

Baca Juga: WoW , Pantai Karangjahe Rembang Dikunjungi 46 Ribu Wisatawan Selama Nataru

 

"Itu termasuk koperasi telur berapa; koperasi sayur; beras; koperasi ikan, dan sebagainya," sambungnya.

Budi mengatakam nantinya desa akan berkontribusi menghasilkan berbagai macam kebutuhan, seperti jagung, ikan nila hingga melon. Ia menyatakan hal tersebut telah masuk dalam 20 persen dana desa yang dianggarkan untuk ketahanan pangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X