Pertama, Indonesia harus fokus dalam memaksimalkan kebutuhan nutrisi dan pangan.
“Maka menjadi penting, kita fokus untuk memiliki strategi yang khusus, spesifik, dan visioner untuk masalah ketahanan pangan,” ujar Sunarso.
Kedua, negara punya tugas untuk menyejahterakan rakyat dan ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi. Sunarso mengatakan bahwa cara terbaik untuk menyejahterakan rakyat adalah dengan memberikan mereka pekerjaan.
Baca Juga: Kejutan Hasil Pilkada Solo 2024: Respati-Astrid Tumbangkan Dominasi PDIP, Begini Ceritanya!
“Jadi semua orang pada usia produktif memang harus bekerja. Kalau begitu, pemerataan kesempatan kerja itu menjadi penting,” jelasnya.
Ketiga, adalah pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Untuk mendapatkan pemerataan kesempatan kerja dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dimana di dalamnya juga ada unsur pemerataan serta partisipasi masyarakat untuk ikut tumbuh dan berkembang.
“Investasi yang penting adalah human capital, dan kalau mau memperbaiki human capital, perbaiki dulu nutrisi dan pangan. Dan kemudian kita tunggu, untuk pemerataan butuh inklusivitas pertumbuhan,” ujar Sunarso.***
Artikel Terkait
Ketahanan Pangan, Satgas Pamtas Ajak Warga Sulap Tanah Adat Jadi Lahan Produktif di Perbatasan RI-PNG
Fokus Ketahanan Pangan, Mbak Ita Ajak Masyarakat Konsumsi Bahan Nonberas
Dirut BRI Sunarso : Ketahanan Pangan jadi Kunci Agar Indonesia Keluar dari Middle Income Trap
BRI Perluas Inklusi Keuangan di Kawasan Asia Tenggara, Luncurkan BRImo di Timor Leste
BRI Lakukan Strategi Ini untuk Perkuat Inovasi Dalam Transformasi Digital Perbankan Hadapi Tantangan Perubahan Pasar
Diberdayakan BRI, Pelaku UMKM Lokal Ini Jadi Figur Inspiratif Gerakkan UMKM Ponorogo