"Harus dibagi DBH oil and gas dan hilirisasi. Migas nggak banyak melibatkan masyarakat dan lingkungan tapi hilirisasi nikel sepanjang jalan dan masyarakat kena dampaknya. Antara pendapatan dan pemberian harus fair," tegasnya.
"Memulai dari kekurangan jauh lebih baik daripada tidak memulai sama sekali dan kita akan melakukan perbaikan," ujarnya.
Selain itu, Menteri Bahlil mengaku siap berkomitmen untuk melanjutkan pemajuan hilirisasi di Indonesia jika dipercaya lagi masuk dalam jajaran kabinet.
"Insya Allah, kalau kami masih dipercayakan oleh bapak presiden terpilih," tegasnya.***
Artikel Terkait
Keren Meraih Gelar Doktor Di Umur 24 Tahun Dengan IPK Sempurna
Ini Beneran Keren, Tiara Putri Mahasiswi Program Doktor Double Degree UGM Terima Beasiswa LGFVO M-V
Bahlil Lahadalia: Gibran Punya Cinta yang Tulus Kepada Tanah Papua
Ravidho Ramadhan, Sudah IPK Sempurna Jadi Doktor Termuda Dan Tercepat Pula
UI-BRIWORK Startup Center, Kolaborasi BRI dan UI Siap Cetak Pengusaha Muda Sukses
Rekam Jejak Pendidikan dan Karier Faisal Basri, Aktif Mengajar di UI hingga Berantas Praktik Mafia Migas