Palang Merah Indonesia (PMI), Wajah Kemanusiaan Internasional di Indonesia

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Kamis, 5 September 2024 | 07:34 WIB
Poster Palang Merah Indonesia (instagram.com @palangmerah_indonesia)
Poster Palang Merah Indonesia (instagram.com @palangmerah_indonesia)

TITIKTEMU.CO - Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yang bekerja sama dengan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) Asia Tenggara, Selasa, 3 September 2024.

Peringatan tersebut digelar bersamaan dengan hari jadi Palang Merah Indonesia (PMI), salah satu organisasi kemanusiaan yang bekerja sebelum, selama, dan setelah bencana, maupun keadaan darurat kesehatan bagi orang-orang yang rentan.

Organisasi yang acap kali menularkan semangat dalam kegiatan kemanusiaan ini ternyata juga aktif di berbagai negara.

Baca Juga: Gunakan Toyota Innova, Paus Fransiskus ke Indonesia, Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik di Vatikan Ini Tolak Hidup Mewah

Di antara banyak organisasi palang merah di dunia, salah satunya ada di Swiss, yang berdiri dengan nama Schweizerisches Rotes Kreuz. Ada juga di Italia dengan nama Croce Rosca Italiana, hingga Amerika Serikat yang diberi nama American Red Cross.

Di kancah internasional, PMI juga dikenal aktif dalam menjalankan misi palang merah dunia. PMI menjadi salah satu anggota dari komunitas IFRC yang terdiri dari 11 negara di Asia Tenggara.

Sejarah Palang Merah Dunia

Sejarah palang merah bermula dari kisah Henry Dunant, seorang pemuda asal Swiss yang namanya terkenal karena menolong lebih dari 40.000 korban pertempuran di Kota Solferino, Italia Utara, pada tahun 1859.

Baca Juga: Pinjaman Tanpa Jaminan? Cek Tabel KUR Bank BRI 4 September 2024 Plafon 50 Juta, Syarat dan Keuntungan

Kala itu, Henry Dunant berada di sana dalam rangka perjalanannya untuk menjumpai Kaisar Perancis, Napoleon III.

Dalam bukunya yang berjudul Kenangan dari Solferino, Henry memiliki gagasan untuk membentuk organisasi kemanusiaan dunia, serta mengadakan perjanjian internasional demi perlindungan bagi para sukarelawan.

Kisahnya yang terkenal itu terjadi pada tahun 1863. Kala itu, Henry bersama empat orang warga Kota Jenewa membentuk Komite Internasional untuk memberi bantuan para tentara yang cedera.

Baca Juga: Ivan Dicksan Ngobrol Bareng Soal Perhelatan Pemilu di Kota Tasikmalaya Saat Audiensi Dengan Tim Promedia Priangan Timur

Kini, komite itu disebut sebagai Komite Internasional Palang Merah atau International Committee of the Red Cross (ICRC). Komite itu berfokus untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan di setiap negara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Instagram @palangmerah_indonesia, Dari berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X