Katering Arab Saudi Datangkan Bumbu Dari Indonesia, Penuhi Selera Jemaah Haji

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Minggu, 26 Mei 2024 | 12:30 WIB
Katering Arab datangkan bumbu dari Indonesia, demi puaskan lidah jemaah Haji (Kemenag)
Katering Arab datangkan bumbu dari Indonesia, demi puaskan lidah jemaah Haji (Kemenag)

TITIKTEMU.CO, Jemaah haji Indonesia menerima layanan konsumsi sebanyak tiga kali dalam sehari, selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.  Makanan yang disajikan ini diracik dengan cita rasa nusantara, meski pemilk kateringnya orang Arab.

Salah satu dapur yang menyajikan makanan jemaah haji Indonesia adalah Meez Mary Catering. Perusahaan katering ini mendapat kepercayaan dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk menyediakan layanan konsumsi bagi jemaah Indonesia.

Wan Abdurrahman sebagai pimpinan Chef Meez Mary Catering mengatakan makanan jemaah haji selama di Madinah dari aneka menu masakan yang disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Bahkan pihaknya memasak makanan untuk jemaah haji dengan bumbu asli Indonesia.

Baca Juga: INFO HAJI 2024 : Terima Kedatangan Jemaah dari Madinah dan Tanah Air, Petugas Makkah Siagakan Layanan Lansia

“Bumbu untuk memasak, kami datangkan langsung dari Indonesia. Juru masaknya juga merupakan orang Indonesia serta para pekerja di sini pun didominasi orang Indonesia,” ujar Abdurrahman.

Sebelum dibagikan kepada jemaah, lanjut Wan Abdurrahman, makanan akan terlebih dahulu melewati quality control. “Hal ini dalam rangka menjaga kehigienisan makanan tersebut,” ujarnya.

“Kami membedakan menu regular dan menu untuk lansia. Untuk itu, kami selalu berkordinasi dengan pihak Kementerian Agama. Terakhir, dalam menjaga kualitas makanan, bumbu-bumbu dan bahan makanan semuanya dipilih yang segar,” sambungnya.

Baca Juga: INFO HAJI 2024 : Ini Dia Upaya Kemenag Mewujudkan Haji Ramah Lansia

Hasil pantauan Tim Media Center Haji (MCH) saat bertemu jemaah dan menanyakan tentang menu makanan yang disajikan, mereka umumnya merasa puas dengan masakan yang disiapkan. “Makanannya enak sekali, lauknya banyak. Sehingga, seringkali porsi dirasakan kurang, karena masih kepingin makan,” ungkap Poniran salah satu jemaah dari kloter 7 Embarkasi Solo.

“Cocok makanannya, mbah selalu habis maemnya, enak dan tidak perlu masak sendiri, tinggal makan,” tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X