Dugaan Pengaturan Skor, Polri Tetapkan 6 Tersangka Mafia Bola Liga 2 Indonesia Musim 2018

photo author
Tim TITIK TEMU 01, TitikTemu.co
- Kamis, 28 September 2023 | 10:45 WIB
PSSI dan Kepolisian Indonesia terus berkomitmen untuk memberantas mafia bola dengan segala macam bentuk tindakannya, seperti pengaturan skor (PSSI)
PSSI dan Kepolisian Indonesia terus berkomitmen untuk memberantas mafia bola dengan segala macam bentuk tindakannya, seperti pengaturan skor (PSSI)

TITIKTEMU.CO, JAKARTASatgas Anti Mafia Bola Polri menetapkan enam orang sebagai tersangka dugaan tindakan pidana suap berupa praktik pengaturan skors atau match fixing pada pertandingan sepak bola Liga 2 Indonesia antara dua klub peserta kompetisi kasta kedua itu pada bulan November 2018.

Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri Irjen Pol. Asep Edi Suheri di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, (27/9) menyebut keenam tersangka itu terdiri atas empat orang dari pihak wasit dan dua orang dari pihak klub sepakbola.

Baca Juga: Rekomendasi 8 Danau di Pulau Sumba Paling Indah, Ada yang Seperti di Eropa

"Dari hasil penyelidikan dan penyidik telah memperoleh bukti yang cukup maka ditetapkan enam orang tersangka," kata Asep.

Keenam tersangka tersebut adalah K selaku liaison officer atau LO dan A selaku kurir pengantar uang. Kemudian, tersangka M selaku wasit tengah, P selaku asisten wasit 1, R selaku asisten wasit 2 dan A selaku wasit cadangan.

Baca Juga: Sekaten Solo 2023 , Bukan Sekedar Pasar Malam Biasa

Menurut polisi, modus operandi pengaturan skor dilakukan ketika pihak klub melakukan lobi atau meminta bantuan kepada para perangkat wasit untuk memenangkan pertandingan salah satu klub sepakbola dengan memberikan iming-iming berupa uang.

"Pihak klub memberikan uang sebesar Rp100 juta kepada para wasit di hotel tempat para wasit menginap dengan maksud klub X menang melawan klub Y," ungkap Asep.

Baca Juga: Tim U 24 Indonesia Akan Redam Uzbekistan Sore ini

Berdasarkan hasil penyidikan, pihak klub yang diperiksa, mengaku sudah mengeluarkan uang sekitar Rp1 miliar untuk melobi para wasit di sejumlah pertandingan.

"Jadi ada pengakuan bahwa mereka sudah mengeluarkan uang kurang lebih Rp1 miliar untuk melobi para wasit di sejumlah pertandingan," ujarnya.
Uang Rp1 miliar tersebut, kata Asep digunakan untuk melobi wasit di setiap pertandingan dalam satu liga.

Baca Juga: 6 Danau di NTB Paling Instagramable, Indah Seperti Surga Dunia

Asep juga menyebut, klub yang terlibat penyuapan tersebut masih aktif dalam pertandingan Liga Indonesia. Sementara wasit yang terlibat masih bertugas sampai 2022.

"Akan tetapi hal tersebut masih akan kami telusuri dan dalami," ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Polri

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X