KULINER LIBUR NATARU : Pilih Gudeg Basah Atau Kering

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Minggu, 29 Desember 2024 | 11:30 WIB
Makanan khas Yogyakarta yang wajib dicoba ketika liburan ke Yogyakarta, salah satunya adalah gudeg. (YouTube)
Makanan khas Yogyakarta yang wajib dicoba ketika liburan ke Yogyakarta, salah satunya adalah gudeg. (YouTube)

TITIKTEMU.CO  Belum lengkap rasanya, apabila wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta saat libur nataru ini, belum menikmati lezatnya gudeg. Gudeg adalah makanan tradisional dan  menjadi ikon dari Yogyakarta.

Gudeg merupakan sayuran berwarna coklat gelap berasa manis yang terbuat dari nangka muda atau disebut gori dalam bahasa Jawa.Bumbu dari gudeg sangat khas dan penuh rempah. Rasa manisnya diperoleh dari gula kelapa 

Bumbu yang biasa dipakai dalam membuat gudeg adalah laos, daun salam, bawang putih dan bawang merah, kemiri, ketumbar dan yang khas yang biasa dijadikan bahan pewarna gudeg adalah saun jati. Diperlukan waktu lebih dari 6 jam untuk memasak gudeg, kadang sampai kuahnya kering.

Baca Juga: Rekomendasi 23 Tempat Makan Gudeg di Jogja Paling Enak dan Ngangeni, Dijamin Bikin Nambah Lagi dan Nambah Lagi

Sebelum makan gudeg pastikan suka yang mana. Ada dua macam gudeg, yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Beda antara gudeg basah dan gudeg kering. Beda antara gudeg basah dan kering adalah pada arehnya.

Areh adalah kuah yang sangat kental terbuat dari santan kelapa bercampur dengan ampas minyak kelapa atau blondho. Jenis gudeg basah yaitu lebih berkuah dan bersantan lebih banyak.

Gudeg basah biasanya lebih pedas. Gudeg kering, arehnya lebih kering dan berasa lebih manis.

Dikutip  dari laman Pemkab Sleman, jaman dahulu orang Yogya hanya mengenal satu jenis gudeh, yakni gudeg basah. Gudeg kering dikenal setelahnya sekitar 57-an tahun dari saat sekarang ini.

Baca Juga: Sukoharjo Punya Angkringan Paling Serba Ndeso dan Lengkap Menunya, Tempatnya ke Arah Tawangmangu, Ada Nasi Berkat, Gudeg Pedas Murah Banget

Hal ini setelah orang-orang dari luar Yogya mulai membawanya sebagai oleh-oleh. Keuntungannya, gudeg pun tumbuh sebagai home industry makanan tradisional di Yogyakarta.

Gudeg Yu Djum contohnya yang terkenal dengan gudeg basah, sedangkan Gudeg Hj. Amad dan Gudeg Yu Narni terkenal dengan gudeg kering.

Lauk pendamping untuk gudeg yang tidak kalah penting adalah tempe dan tahu bacem yang dimasak manis, telur pindang atau telur yang dimasak dengan kulit bawang merah dan daun jati hingga mengeras dan berwarna hitam, serta sambal goring krecek (kulit sapi kering yang dibumbu pedas dan direbus dengan santan hingga lembut).

Baca Juga: Menyicipi Nasi Gudeg Kekinian Di Mbak Pirang

Banyak wisatawan yang berkunjung ke Jogja dan rasanya kurang lengkap jika belum menyantap gudeg. Tidak hanya rasanya tapi juga kemasan gudeg yang dikemas menarik dengan menggunakan ‘besek’ (tempat dari anyaman bamboo) atau menggunakan ‘kendil’ (guci dari tanah liat yang dibakar).

Bisa dilihat dari banyaknya pengunjung pada hari-hari libur seperti sabtu dan minggu, kawasan barek ini sangat ramai dan tempat parkirpun penuh sesak dengan kendaraan para pengunjung yang ingin menikmati gudeng maupun sekedar membeli sebagai buah tangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB
X