TITIKTEMU.CO, Takjil adalah menu yang paling dicari saat bulan ramadan seperti sekarang ini. Berbagai penganan ringan , manis juga menjadi buruan untuk menu berbuka.
Salah satu diantara takjil yang dicari orang Klaten adalah Kepel . Kudapan yang gurih ini memang melegenda jadikan menu takjil. Kepel atau kepelan sendiri adalah jajanan yang terbuat dari olahan tepung yang dicampur dengan bumbu lalu digoreng. Dari segi bahasa, kepel berati mengepal atau sekepalan tangan. Ini berasal dari proses pembuatan kudapan yang dikepal-kepal sebelum digoreng.
Penganan ini, dapat ditemui nyaris di seluruh wilayah Kabupaten Klaten. Namun, pembuat aslinya adalah warga Desa Keden, Kecamatan Pedan sejak tahun 1970-an. h Sumiyem Warso Suwito, pembuat kepel generasi kedua. Janda berusia 65 tahun itu menyebut, mewarisi keahlian pembuatan kepel dari ibu mertuanya.
Baca Juga: Nostalgi Jajanan Tradisional Di Pasar Brumbung Rembang
“Kepel itu dibuat dari tepung terigu dicampur bawang, sarem (garam), kemudian diuleni dengan air lalu digoreng. Rasanya gurih,” ujarnya.
Pada awal berjualan, adonan kepel ini dicampur dengan babat sapi. Namun penggunaan atau pencampuran babat pada kepel sudah tidak dilakukan lagi. Terlebih , ukuran penganan ini pun semakin mengecil, tidak lagi segenggaman tangan.
Pembuat kepel lain di Desa Keden, Suwarni mengatakan sudah 36 tahun berjualan Kepel. Dari usahanya ini, dia bisa menyekolahkan dua anak dan memperbaiki rumah.
Baca Juga: Jadah Tempe Jajanan Khas Sleman, Kegemaran Sri Sultan!
Kepala Desa Keden, Agit Adhetya Putra menjelaskan, saat ini perajin kepel di wilayahnya berjumlah 5-10 orang. Namun, banyak juga mereka dari luar Keden yang berjualan kepel. Ia akan terus melakukan pembinaan terhadap perajin agar meningkatkan kualitas kepel dengan memberikan edukasi terkait cara penyajian jajanan. Ia berharap generasi muda melakukan modifikasi terhadap kepel sehingga menjadi hits.
“Sekarang kan sampai alun-alun Klaten pun banyak yang jual. Kalau bulan puasa biasanya kepel paling enak sebagai makanan pembuka, minumnya teh hangat. Ada juga yang dibuat sate, kepel disunduki, dan dibakar,” pungkas Agit.
Artikel Terkait
Jadah Tempe Jajanan Khas Sleman, Kegemaran Sri Sultan!
Jajanan Legendaris Pasar Gede Solo, Rasanya Ngangeni!
Nostalgi Jajanan Tradisional Di Pasar Brumbung Rembang
Jajanan Pasar Paling Jadul dan Bikin Awet Kenyang, Ini Resep Grontol Jagung yang Top Markotop