Pada pria, mereka yang tidak berlibur memiliki peluang 32 persen lebih tinggi untuk meninggal akibat serangan jantung dibandingkan mereka yang berlibur.
Baca Juga: Hore ! Sebentar Lagi Bisa Naik Kereta Api ke Bandara YIA
- Tidur Lebih Nyenyak
Mark Rosekind, kepala ilmuwan di Alertness Solutions, melakukan penelitian terhadap sejumlah peserta untuk memantau kualitas tidur dan waktu reaksi mereka. Para peserta dibiarkan untuk berlibur selama 7-12 hari. Hasilnya, setelah 2-3 hari liburan, tidur mereka membaik. Tidurnya rata-rata satu jam lebih lama, dan waktu reaksi mereka meningkat 80 persen.
Mengelola stres dengan baik penting agar kesehatan tubuh dan mental tetap terjaga. Namun, mengingat sedang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi menekan jumlah kasus COVID-19, tahan dulu keinginan untuk berlibur ya
Namun anda tetap masih bisa menghilangkan stres. Lakukan hal-hal yang kamu sukai: dengarkan musik, membaca buku, menonton film, dan lain-lain. Tentu saja, untuk saat ini, di rumah saja dulu ya... (leo)***