kesehatan

Hepatitis Akut Masuk Indonesia, Kenali Gejalanya: Ada Hubungannya dengan Covid-19?

Rabu, 4 Mei 2022 | 06:05 WIB
Ilustrasi hepatitis akut. (Getty Images/iStockphoto)

Kemudian gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare, muntah-muntah). Sebagian besar kasus tidak ditemukan gejala demam.

Baca Juga: Deteksi Dini Kelainan Payudara dengan Pemeriksaan USG

Hasil sejumlah pemeriksaan laboratorium di luar negeri tidak menemukan virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E sebagai penyebab dari penyakit tersebut.

Sementara adenovirus terdeteksi pada 74 kasus di luar negeri yang setelah dilakukan tes molekuler, teridentifikasi sebagai F type 41.

Sedangkan SARS-CoV-2 ditemukan pada 20 kasus, serta 19 kasus terdeteksi adanya ko-infeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

Baca Juga: Mau Coba? 7 Bahan Alami Ini Bisa Menjadi Obat Vertigo Paling Ampuh

Adenovirus merupakan virus umum yang biasanya menyebabkan penyakit pernapasan atau pencernaan. Namun, WHO menyebut  kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya (acute hepatitis of unknown aetiology).

Dua dugaan awal yang ditemukan para pakar belakangan ini adalah adenovirus dan SARS-CoV-2. Sampai akhirnya muncul rumor hepatitis akut misterius yang ditemukan pada tiga pasien anak di Jakarta itu  terkait dampak dari vaksin COVID-19.

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban memastikan penyebab hepatitis akut tersbeut tidak terkait vaksin COVID-19.

Baca Juga: Masuk Angin? Coba Resep Herbal dari dr Zaidul Akbar, Banyak yang Cocok

Menurut Prof Zubairi, dugaan kaitan hepatitis dengan vaksin COVID-19 tidak berdasarkan fakta ilmiah.

“Hipotesis ini tidak didukung data. Faktanya, sebagian besar anak-anak yang terkena hepatitis misterius ini justru belum menerima vaksinasi COVID-19,” jelas dia melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (3/5/2022).

Selain itu, lanjutnya, tes laboratorium juga menunjukkan tanda-tanda peradangan hati parah. Sebagian besar anak juga tidak mengalami demam.

Baca Juga: Minuman Herbal untuk Imun Tubuh ala dr Zaidul Akbar, Begini Cara MembuatnyaWHO pertama kali menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya. Sebanyak 10 kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya pada anak-anak usia 11 bulan hingga lima tahun Januari-Maret di Skotlandia Tengah.

Kisaran kasus terjadi pada anak usia satu bulan sampai 16 tahun. Sebanyak 17 anak atau 10 persen di antaranya memerlukan transplantasi hati dan satu kasus dilaporkan meninggal.***

Halaman:

Tags

Terkini