TITIKTEMU.CO – Yogkayarta. Pemerintah kota Yogjakarta akan menggunakan metode tes Covid-19 yang dinilai lebih ramah terhadap anak dan warga lanjut usia atau lansia. Dengan demikian, diharapkan dapat mempertahankan jumlah testing yang tinggi, sebagai salah satu usaha untuk penanganan kasus.
Tes usap PCR yang dilakukan dengan mengambil sampel dari hidung dan mulut, seringkali membuat banyak orang merasa tidak nyaman, apalagi bagi anak-anak dan warga lansia.
“Karena itu, kami akan kenalkan metode baru”, kata Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti di Yogyakarta pada Rabu, 13 Oktober 2021.
Baca Juga: Tidak Ada Kata Sepakat, Kru film dan TV Hollywood Akan Gelar Aksi Mogok Besar-besaran
Menurut Haryadi, metode baru tersebut, adalah menggunakan sampel air liur, sehingga diharapkan lebih nyaman dilakukan oleh para lansia dan anak-anak. “Dengan demikian, kami tetap bisa melakukan testing yang lebih baik. Rencananya, pekan depan akan kami kenalkan”, tambah Haryadi.
Haryadi menyatakan tracing dan testing di kota Yogjakarta tetap perlu ditingkatkan, untuk memastikan penularan Covid-19 sudah turun dan bisa dikendalikan.
Pada hari Rabu (13/10/2021), kota Yogjakarta mencatat tambahan 3 kasus baru, 4 pasien sembuh atau selesai isolasi, dan tidak ada pasien yang meninggal dunia. Dengan begitu, kasus aktif di kota pelajar ini, tercatat 103 kasus.
Baca Juga: Inilah Ungkapan Perasaan Haru Kru 'Star Trek' Blue Origin saat Melihat Bumi
Sementara untuk vaksinasi Covid-19 bagi warga kota Yogjakarta, sudah bisa dituntaskan. Kota Yogjakarta sudah mendeklarasikan tuntas vaksin dosis pertama pada 7 Oktober 2021 lalu.
“Termasuk bagi warga lansia, mereka mendapat prioritas lebih awal saat program vaksinasi diluncurkan. Jadi, saya berani katakana, vaksinasi untuk lansia sudah 100 persen”, ujar Haryadi.
Baca Juga: Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW, Kisah Pasukan Gajah dan Burung Ababil
Sedangkan untuk kebutuhan treatment atau perawatan kepada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, kota Yogjakarta tetap mengoperasionalkan 2 shelter penanganan yaitu shelter Tegalrejo dan shelter Gemawang
“Bila ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, akan langsung direkomendasikan untuk dirawat di shelter, untuk meminimalisasi potensi penularan di keluarga dan wilayah”, ujar Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19, Heroe Poerwadi menambahkan.
Saat ini, shelter Tegalrejo yang memiliki kapasitas 84 pasien, hanya merawat 5 orang pasien positif Covid-19, sedangkan selter Gemawang, sudah tidak merawat pasien, namun tetap disiagakan bila sewaktu-waktu dibutuhkan. ***
Artikel Terkait
Ternyata Ada Cara Baru Tes Covid-19, Pakai Sampel Keringat Ketiak!
Jangan Percaya! Ini Mitos-mitos Seputar Vaksin Covid-19
Strategi Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Berjalan Baik, Ini Sebabnya
Covid-19 Masih Ada, Ini yang Terjadi Jika Kita Tidak Pakai Masker
Percepatan Vaksinasi Covid-19, Jateng Terapkan Konsep Berbasis Desa