Gubernur Ganjar Tantang Bupati dan Walikota di Jateng Habiskan Vaksin dalam Sehari

photo author
Dwi Soewanto, TitikTemu.co
- Selasa, 14 September 2021 | 19:55 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid19 di kantornya.Ja  (Jatengprov.go.id)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid19 di kantornya.Ja (Jatengprov.go.id)

TITIKTEMU.CO, SEMARANG - Terkait vaksinasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan tantangan kepada bupati dan wali kota di wilayahnya .

Tantangn itu berupa menghabiskan kiriman dalam satu hari, atau paling lama dua hari.  Langkah itu sebagai bentuk percepatan vaksinasi di wilayah Jateng.

“Pokoknya begitu dikirim vaksin, sehari langsung habis. Kirim lagi langsung habis. Kalau sehari berat, ya bolehlah dua hari. Tapi tidak boleh sampai tiga hari,” katanya.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang , Tiga Kabupaten di Jateng Dapat Perhatian. Mana Saja?

Tantangan itu disampaikan Ganjar saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di kantornya, Selasa (14/9/2021).

Menurut dia, segala upaya harus dilakukan agar percepatan vaksinasi. Semakin merata penyebaran vaksin, maka herd immunity akan segera tercapai.

“Sragen kemarin bisa, dikirim sehari langsung habis. Bahkan bisa 100 persen. Akhirnya semua mengapresiasi. Inilah percepatan yang bisa kita lakukan,” jelas Ganjar.

Baca Juga: Kasus Covid Jateng Menurun, Potensi Euforia Perilaku Wisatawan Perlu Dicegah

Selain percepatan, Gubernur juga menekankan perbaikan administrasi. Pencatatan vaksinasi harus dilakukan baik melalui aplikasi P-care atau SMILE.

Aplikasi tersebut sebagai sistem kontrol stok. Sebab, Pemerintah pusat menentukan kiriman vaksin sesuai yang ada di aplikasi SMILE.

“Kita itu kerjanya paket. Ya nyuntik, ya nyatetin di P-Care dan SMILE . Banyak daerah hanya pakai perasaan. Pak vaksin saya habis, padahal di SMILE stok banyak,” ujar Ganjar.

Baca Juga: Horeee.. Kasus Baru Covid-19 Jateng Turun Drastis, dari 3000-an Jadi 427 Perhari

Tidak hanya data vaksinasi, inputing penambahan kasus juga harus benar. Kasus naiknya Brebes jadi PPKM level 4 ternyata karena inputing data tidak sesuai.

Ganjar menyatakan siap melakukan pendampingan untuk daerah yang masih kesulitan inputing data. Pihaknya sudah mengirim tim untuk menangani masalah itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X