Jaga Kelestarian Alam, Burung Endemik Gunung Merapi dan Merbabu Dilepasliarkan

photo author
Dwi Soewanto, TitikTemu.co
- Senin, 13 September 2021 | 14:05 WIB
Pengelola Argo Bumi bersama pecinta binatang melepasliarkan burung endemik elang Jawa di Desa Samiran, Selo, Boyolali , Kamis (9/9/2021). (boyolali.go.id)
Pengelola Argo Bumi bersama pecinta binatang melepasliarkan burung endemik elang Jawa di Desa Samiran, Selo, Boyolali , Kamis (9/9/2021). (boyolali.go.id)

TITIKTEMU.CO, BOYOLALI -  Beberapa burung endemik Gunung Merapi dan Merbabu dilepasliarkan oleh pecinta binatang dan pengelola destinasi wisata.

Pelepasliarkan burung endemik itu sebagai upaya konservasi alam. Kawasan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, yang sejuk menjadi rumah yang nyaman bagi hewan endemik.

Namun, faktor alam dan kecerobohan manusia membuat burung endemik punah dan langka. Sejumlah burung endemik yang dilepas adalah elang Jawa,  kutilang, perkutut dan puyuh.

Baca Juga: Status Siaga! Merapi Hari Ini 19 Kali Keluarkan Guguran Lava Pijar

Pelepasan diinisiasi oleh destinasi wisata Argo Bumi Desa dan Komunitas pecinta binatang Boyolali. Acara dilakukan di Desa Samiran, Kecamatan Selo.

“Upaya ini untuk menjaga kelestarian alam di lereng Gunung Merapi dan Merbabu. Ini juga sebagai salah satu upaya konservasi alam,” kata pengelola wisata Argo Bumi, Indriyarto.

Menurut dia, masyarakat, terutama di kawasan Merapi dan Merbabu, mempunyai kewajiban melestarikan alam di wilayah ini. Pelepasliarkan satwa endemik merupakan bagian dari konservasi alam.

Baca Juga: Merapi Erupsi, Hujan Abu Guyur Boyolali dan Magelang

“Mudah-mudahan kami bisa terus-menerus menjalankan upaya konservasi alam ini. Sementara fokus pada satwa endemik Taman Nasional Merapi Merbabu,” ujarnya.

Sebelum ini, Argo Bumi beberapa kali menggelar pelepasliarkan burung-burung endemik Merapi Merbabu.

Argo Bumi merupakan sebuah destinasi wisata kuliner yang menyatu dengan alam yang menyajikan berbagai olahan tahu.

Baca Juga: Awas! Dilarang Pelihara Burung Hantu di Sragen. Ini Alasannya

Menu tahu madu, puding tahu, minuman berbahan tahu mebnjadi andalan destinasi wisata ini. Lokasi wisata akan dikembangkan menjadi destinasi edukasi yang dilengkapi kebun binatang mini dan bangunan rumah nusantara.

“Saat ini masih ditata. Ada beberapa rumah adat di sini, salah satunya rumah adat Papua. Wilayah Selo hawa sejuknya hampir sama dengan wilayah ketinggian di Papua,” ujarnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X