TITIKTEMU.CO, KULON PROGO – Puluhan orang tua di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menolak anaknya disuntik vaksin Corona atau COVID-19.
Sedikitnya 87 anak di Kulon Progo tidak diizinkan orang tua mereka untuk divaksin Covid-19.
Juru Bicara Satgas penanganan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan vaksinasi anak di Kulon Progo menargetkan 35.457 anak. Sampai saat ini yang sudah mendapat vaksin 25.600 anak atau sekitar 72,2 persen.
Baca Juga: Ashanty Positif Covid-19, Begini Sindiran Deddy Corbuzier dan Susi Pudjiastuti
Total anak yang belum menerima vaksin Covid-19 di Kulon Progo 9.857 akan segera diberikan dalam waktu dekat.
Dari sekitar 9.857 anak yang belum divaksin ini, 50 persen di antaranya tidak hadir dalam pelaksanaan vaksinasi. Selain itu ada sekitar 46 persen lainnya tidak lolos screening atau karena sedang sakit. Kemudian yang 2 persen atau sekitar 87 anak tidak mendapatkan izin.
“Sebelum divaksin sekolah minta izin kepada orang tua, jika diizinkan anak akan divaksin begitu juga sebaliknya,” kata Baning. kata Baning kepada pers yang di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Wates, Kamis (6/1/2022).
Baca Juga: Gawat! Omicron di Indonesia 318 Orang, Covid-19 Tambah 479 Kasus
Menurut Baning, orang tua memutuskan anak mereka tidak menerima vaksin Covid-19.
"Alasan orang tua macam-macam, ada yang alasan agama, ada juga yang menolak karena menunggu vaksin produksi Indonesia. Intinya belum mau disuntik vaksin," terang Baning.
Merespon penolakan tersebut, Dinkes akan tetap menggencarkan edukasi ke masyarakat perihal pentingnya ikut program vaksinasi Covid-19 ini.
Baca Juga: Akhirnya...Kloter Pertama Umrah Diberangkatkan, Kemenag: Patuhi Prokes, Pandemi Belum Berakhir
Mereka akan melakukan pendekatan dan bekerja sama dengan Kementerian Agama, tokoh-tokoh masyarakat, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
"Kami tetap menggandeng sejumlah tokoh masyarakat, Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulon Progo untuk memberikan vaksinasi Covid-19 ini ke masyarakat," ungkap Baning.