joglosemar

Walikota Gibran Resmikan Pasar Senggol Purwosari, Awas…..Jangan Asal Senggolan Saat Belanja…

Selasa, 21 Desember 2021 | 18:49 WIB
Walikota Gibran Rakabuming Raka Resmikan Pasar Senggol Purwosari (surakarta.go.id)

“Pembangunannya dimulai (lagi) sejak 12 April 2021 hingga 8 Oktober 2021 dengan dibiayai dari APBD bersumber dari DED tahun 2021, dengan menghabiskan biaya sebesar Rp.3.848.538.000, di atas tanah seluas  1.185 meter persegi dan luas bangunan total 1.200 meter persegi. Bangunan pasar terdiri dari 29 unit kios, 144 los, 8 unit los daging dengan jumlah pedagang 121 (ada pedagang memiliki lebih dari 1 los). Pembangunan juga dilengkapi dengan fasilitas kantor Lurah Pasar atau pengelola pasar,” jelas Heru.

Baca Juga: Wabah Covid 19 Melanda Liga Premier, Kompetisi Sepakbola Inggris Tetap Berlanjut

Peresmian Pasar Senggol Purwosari diawali dengan transaksi non tunai atau QRIS dari BNI Slamet Riyadi.

Setelah Pasar Senggol Purwosari, menyusul Pasar Legi yang akan diresmikan tak lama lagi.

Terkait dengan sampah Pasar Senggol Purwosari, nantinya akan dikelola dengan konsep ekosistem dengan kolaborasi pengelolaan sampah di pasar-pasar, sesuai dengan SOP yang ditetapkan.

Baca Juga: Omicron Menyebar, Indonesia Tambah Tiga Negara dalam Daftar Larangan Masuk

Menilik sejarah, pada masa penjajahan Belanda, pasar di Purwosari ada dua.

Di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi dan Pasar Purwosari, yang lokasinya di selatan Perempatan Purwosari dan sisi barat Jalan Slamet Riyadi.

Ini adalah kawasan jual beli barang kebutuhan pokok, yang menempel pada bangunan berbentuk emplek – emplek, sehingga kelihatan kurang tertata.

Baca Juga: 7 Lagu Natal Paling Populer dari Masa ke Masa, Lengkap dengan Sejarah, Lirik dan Chord-nya

Yang lainnya, ada di perkampungan di sebelah barat, berupa tanah terbuka sebagai kawasan jual beli yang sangat ramai dikunjungi pembeli.

Di sisi selatan jalan Slamet Riyadi, terdapat sungai kecil yang mengalir ke timur sehingga akses melalui jembatan kecil.

Akibatnya, setiap orang yang melintas jembatan menuju ke dalam pasar, dipastikan bersenggolan. Oleh karena itulah, pasar tersebut disebut Pasar Senggol.

Baca Juga: Bukan Sekadar Minuman Penghangat, Ini 7 Manfaat Wedang Uwuh untuk Kesehatan

Komoditas yang diperjualbelikan di Pasar Senggol Purwosari terdiri dari beras, gula, sayur dan kelapa. Alat angkut menuju Pasar Senggol pada masa itu, berupa kuda yang diberi bronjong.*** (surakarta.go.id)

Halaman:

Tags

Terkini