“Kamu yang katanya gowes dari Cilacap ke Semarang? Kamu namanya siapa? Kelas berapa? Hebat banget lho kamu. Berapa jam sampai Semarang? Jarak tempuhnya berapa?” Tanya Ganjar seolah tak sabar.
Baca Juga: Kick-off Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Yogyakarta, Sabtu, 18 Desember 2021
Kepada Ganjar, sambil malu-malu, Yudha mengatakan ia sampai Semarang pada malam hari, setelah menempuh perjalanan sekitar 10 jam dengan jarak tempuh yang tertera di sepedanya sepanjang 250 km.
“Saya ke sini mau silaturahmi sama pak Ganjar. Saya juga ingin sepedaan bareng bapak,” pinta Yudha polos.
Ganjar pun langsung mengiyakan permintaan Yudha.
Ia mengajak Yudha gowes keliling Kota Semarang.
Baca Juga: Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Ayat 1-10, Dilindungi dari Fitnah Dajjal Akhir Zaman
Jalur yang dilewati, bukan jalur biasa, namun penuh dengan tanjakan ekstrem.
Tanjakan Gombel, tanjakan Gajahmungkur dan tanjakan-tanjakan di perkampungan.
Selama perjalanan, keduanya nampak ngobrol bersama sebelum sarapan bersama.
“Yudha ini luar biasa, dia baru setahun belajar sepeda, tapi punya bakat bagus. Setidaknya tadi kita tes naik tanjakan Gombel, dia nggak keringetan. Padahal saya saja ngos-ngosan,” kata Ganjar.
Baca Juga: Lawang Sewu Semarang di Jaman Belanda adalah Kantor Perusahaan Kereta Api Swasta
Menurut Ganjar, Yudha juga tergolong nekat dan berani.
“Saya tahu persis rute dari Cilacap ke Semarang, banyak tantangan. Terutama di Purbalingga, Banjarnegara karena tanjakannya ekstrem. Tapi dia mampu melakukan itu,” pujinya.