TITIKTEMU.CO, Yogyakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunardi Sadikin sudah mengkonfirmasi adanya satu kasus positif Covid-19 Omicron yang terdeteksi masuk ke Indonesia.
Pernyataan Menteri Kesehatan tersebut kemudian dikuatkan dengan pernyataan Presiden RI, Joko Widodo saat memberi pengarahan kepada kepala daerah, Pangdam dan Polda se-Indonesia, bahwa varian Omicron telah masuk ke Indonesia.
Jokowi menginstruksikan agar setiap daerah tidak lengah dan waspada akan penyebaran varian baru ini.
Baca Juga: Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi Ayat 1-10, Dilindungi dari Fitnah Dajjal Akhir Zaman
“Saya ingatkan jangan lengah, setiap rumah sakit disiapkan, cek oksigen serta obat,”tegas Jokowi.
Terkait dengan hal tersebut, pemerintah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta langsung bergerak cepat untuk melakukan upaya preventif, mengantisipasi masuknya varian Omicron tersebut.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan berdasarkan arahan presiden, ada tiga hal yang perlu ditingkatkan dan diwaspadai.
Baca Juga: Lawang Sewu Semarang di Jaman Belanda adalah Kantor Perusahaan Kereta Api Swasta
Pertama, memastikan berjalannya protokol kesehatan dengan pengawasan, kontrol lapangan terutama pada daerah atau tempat yang memiliki interaksi tinggi.
“Baik itu di mal atau pertemuan-pertemuan yang menimbulkan kerumunan,” ujar Sri Sultan.
Selain meningkatkan kedisiplinan dalam melaksanakan protokol kesehatan, percepatan vaksinasi juga harus dilakukan.
Baca Juga: Gamelan Disahkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO
Walaupun hari Sabtu, para pelajar sudah memasuki libur sekolah, namun Sri Sultan meminta untuk memudahkan pelaksanaan vaksinasi, akan dilakukan tatap muka terbatas.
“Sebab jika libur nanti, kita akan kesulitan proses vaksinasi dan tidak bisa kontrol,” terang Sri Sultan.