internasional

Akhirnya Elon Musk Beli Twitter dengan Harga Fantastik Rp634 triliun!

Kamis, 28 April 2022 | 11:43 WIB
Elon Musk. (Twitter @elonmuskofficial)

TITIKTEMU.CO, JAKARTA – Elon Musk akhirnya menguasai 100 persen saham Twitter setelah sebelumnya ia diumumkan menjadi pemegang saham terbesar Twitter.

Sebelumnya, pria yang merupakan CEO Tesla itu menawarkan sekitar 43 miliar dolar AS atau setara Rp618,4 triliun untuk membeli 100 persen saham Twitter.

Melansir dari Antaranews.com, Musk mencapai kesepakatan untuk membeli Twitter dengan kesepakatan harga sekitar 44 miliar dolar AS (setara Rp634 triliun) pada hari Senin, (25/4/2022) waktu setempat.

Baca Juga: Menko Luhut: Elon Musk Tertarik Bekerja Sama dengan Indonesia Karena  Adanya Potensi Besar Industri Nikel

Setelah menjadi boss Twiter, pria yang juga sebagai pemilik SpaceX menjanjikan sentuhan yang lebih lunak untuk mengawasi konten di platform media sosial tersebut.

Ia juga mempromosikan minatnya akan kebebasan berpendapat dan kritik tentang berbagai masalah di platform tersebut.

Salah satu pria terkaya di dunia itu mengatakan keinginanya memiliki dan memprivatisasi Twitter. Alasannya, Twitter tidak memenuhi potensinya sebagai platform untuk kebebasan berbicara.

Baca Juga: Kominfo Blokir Paket Data Gratis ke Sejumlah Aplikasi termasuk Facebook, Twitter, Instagram dan TikTok

“Saya berinvestasi di Twitter karena saya percaya pada potensinya untuk menjadi platform kebebasan berbicara di seluruh dunia.

Saya percaya kebebasan berbicara adalah keharusan sosial untuk demokrasi yang berfungsi,” kata Musk dalam surat yang dikirim ke Kepala Twitter Bret Taylor beberapa waktu lalu.

Musk mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama dengan Twitter bahwa dia ingin membuat layanan lebih baik dari sebelumnya.

Baca Juga: Tingkatkan Ekspor UMKM Indonesia, Tim Ekodag KJRI Jeddah Dukung Platform E-Commerce Indonesia

Beberapa di antaranya adalah dengan membuat fitur-fitur baru sambil menyingkirkan akun spam otomatis dan membuat algoritmenya terbuka untuk umum untuk meningkatkan kepercayaan.

"Kebebasan berbicara adalah landasan demokrasi yang berfungsi, dan Twitter adalah 'alun-alun kota' digital, tempat hal-hal penting bagi masa depan umat manusia diperdebatkan," kata Musk.

Halaman:

Tags

Terkini