TITIKTEMU.CO, Texas - William Shatner, alias Kapten Kirk dalam serial "Star Trek", dan tiga penumpang lainnya meluncur ke luar angkasa pada hari Rabu (13/10) waktu setempat dengan penerbangan awak kedua roket New Shepard Blue Origin, yang aksinya dapat ditonton secara online.
Pengalaman pertama bagi "Kapten Kirk" ini juga telah membawa pengalaman emosional yang luar biasa dalam dirinya.
"Ini benar-benar kesaksian imajinasi manusia.. Kekuatan fiksi ilmiah dan kisah-kisah yang diceritakannya tentang masa depan manusia yang penuh harapan," kata Adam Frank, seorang profesor fisika dan astronomi di University of Rochester kepada CNN.
Baca Juga: Kemendagri Diharapkan Jadi Contoh dalam Penyebarluasan Informasi Publik
Sementara itu, seperti dikutip dari Space, William Shatner mengaku apa yang diberikan kepadanya adalah pengalaman paling mendalam yang dapat dibayangkan.
"Apa yang Anda berikan kepada saya adalah pengalaman paling mendalam yang dapat saya bayangkan. Saya sangat dipenuhi emosi tentang apa yang baru saja terjadi ... itu luar biasa," kata Shatner kepada Jeff Bezos setelah mendarat kembali di Bumi dalam kapsul New Shepard di Texas Barat dengan bantuan parasut.
"Saya harap saya tidak pernah pulih, bahwa saya dapat mempertahankan apa yang saya rasakan sekarang. Saya tidak ingin kehilangan itu. Itu jauh lebih besar dari saya dan kehidupan." tambahnya.
Baca Juga: Vaksin AstraZeneca Bantuan Pemerintah Prancis Kembali Tiba di Tanah Air
"Saya merasa kewalahan. Saya tidak tahu," katanya. "[Itu] tidak seperti simulasi." bebernya.
"Semua orang di dunia perlu melakukan ini. Semua orang di dunia perlu melihat ini," kata Shatner kepada Bezos, penuh emosi. "Sulit dipercaya."
"Melihat warna biru melewati Anda dan sekarang Anda menatap kegelapan, itu satu hal luar biasa," tambahnya, mencoba menyampaikan pengalaman yang baru saja dia alami. "Warna biru," tambahnya, seperti dikutip dari Space, Rabu (13/10).
Baca Juga: Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW, Kisah Pasukan Gajah dan Burung Ababil
Shatner berlanjut menjadi puitis tentang betapa terpesonanya dia tidak hanya tentang birunya Bumi di bawah sana tetapi juga kegelapan ruangan di luarnya.
"Melihat ke dalam kegelapan. Anda melihat ke bawah dan ada biru di bawah sana dan hitam di atas sana ... ada ibu Pertiwi dan kenyamanan dan di sana ... apakah ada kematian?," bebernya.
"Di sini adalah kehidupan dan di situ adalah kematian," kata Shatner kepada Bezos, menyindir bahwa Bumi adalah kehidupan dan luar angkasa adalah "kematian."
"Dalam sekejap, Anda berkata 'Woah itu kematian!' Itulah yang saya lihat," jelasnya.