Bandara Ngurah Rai, Bali Boleh Buka Penerbangan Internasional, Meski Pemerintah Perpanjang PPKM 5-18 Oktober

photo author
Budi Harjo Kusumo, TitikTemu.co
- Senin, 4 Oktober 2021 | 19:32 WIB
Luhut Panjaitan saat memberikan keterangan mengenai perkembangan PPKM, Senin 4 Oktober 2021 (pic. screencapture Youtube Sekretariat Presiden)
Luhut Panjaitan saat memberikan keterangan mengenai perkembangan PPKM, Senin 4 Oktober 2021 (pic. screencapture Youtube Sekretariat Presiden)
 
 
 
 
TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Pemerintah secara resmi mengumumkan perpanjangan PPKM kembali hingga dua pekan mendatang. 5-18 Oktober 2021. PPKM level 2-4 itu diwarnai dengan sejumlah pelonggaran untuk sejumlah kegiatan masyarakat.
 
Salah satu pelonggaran itu adalah bahwa Bandara Ngurah Rai Bali akan diperbolehkan membuka penerbangan pada 14 Oktober, 2021 mendatang.
 
"Bandara Ngurah Rai, Bali, akan dibuka untuk internasional pada tanggal 14 Oktober 2021." kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan, dalam konferensi pers perkembangan PPKM yang dipantau secara daring dari Jakarta, Senin, (4/10).
 
Keterangan lengkap Menko Marvest Luhut B. Panjaitan via youtube Sekretariat Presiden (https://www.youtube.com/watch?v=BNB8dYJiAks)
 
Namun demikian, menurut Luhut, pembukaan penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai, Bali itu dilakukan dengan prokes ketat, dengan sejumlah persyaratan seperti karantina, test, dan kesiapan satgas.
 
Syarat utama lainnya, menurut Menko Luhut, adalah untuk penumpang dari luar negeri, harus memiliki bukti pemesanan hotel untuk karantina selama 8 hari dengan biaya sendiri.
 
"Setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal 8 hari dengan biaya sendiri," ungkapnya
 
Selain itu, Pemerintah Indonesia sendiri mensyaratkan perjalanan internasional dari luar negeri wajib sudah divaksinasi penuh, melakukan tiga kali tes PCR, serta melakukan karantina selama 8 hari.
 
"Negara-negara-negara yang kita buka nanti terdiri dari beberapa negara, seperti Korea Selatan, China, Jepang, Abu Dhabi (UEA), Dubai, kemudian juga New Zealand (Selandia Baru)," ujar Menko Luhut Pandjaitan.***
 
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Sekretariat Presiden RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X