Tudingan Terlibat Perdagangan Narkoba
Namun, relasi itu mulai retak ketika Noriega menuntut otonomi lebih besar dan bahkan dituding terlibat langsung dalam perdagangan narkoba.
Di akhir 1980-an, tuduhan menerima suap dari kartel narkoba untuk meloloskan kokain ke AS menjadi alasan utama Washington menarik dukungan.
Pada Desember 1989, Presiden George HW Bush memerintahkan invasi ke Panama. Sekitar 24 ribu tentara AS dikerahkan dalam operasi yang menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya.
Hidup dari penjara ke Penjara
Noriega sempat bersembunyi di Kedutaan Vatikan sebelum akhirnya menyerah pada 3 Januari 1990. Dia dibawa ke Amerika Serikat, diadili, dan divonis 20 tahun penjara.
Sejak itu, hidupnya berpindah dari penjara ke penjara lain. Dia diekstradisi ke Prancis pada 2010 atas kasus pencucian uang, lalu dipulangkan ke Panama.
Bukan untuk dibebaskan, tapi untuk menjalani hukuman panjang terkait pembunuhan, korupsi, dan penggelapan dana selama era pemerintahan militer.
Akhir hidup Noriega berlangsung sunyi. Pada 2015, dari balik penjara Panama, dia meminta maaf kepada publik atas luka yang ditinggalkan rezim militer.
Dua tahun kemudian, dia meninggal dunia pada usia 83 tahun akibat komplikasi pascaoperasi tumor otak. Pemerintah Panama menyebut kematiannya sebagai penutup satu bab kelam sejarah nasional.
Baca Juga: Heboh! Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap AS atas Dugaan Narkotika Internasional
Kini, bayang-bayang masa lalu itu muncul kembali di Venezuela. Nicolas Maduro, yang menjadi musuh politik Washington, dituduh AS terlibat dalam jaringan narkotika internasional i Cartel de los Soles.
Tuduhan itu selalu dibantah Maduro. Dia bahkan menilai Amerika Serikat hanya mencari pembenaran untuk menyingkirkannya dari kekuasaan.
Reaksi dari Washington menunjukkan bagaimana narasi lama kembali dihidupkan. Ketua Komite Intelijen DPR AS, Rick Crawford, secara terbuka menarik garis sejarah antara Panama 1989 dan Venezuela 2026.
Dalam pernyataannya, dia menyebut penangkapan Maduro sebagai pesan bahwa AS tidak akan membiarkan kartel menguasai negara-negara di Belahan Barat.