Scott menambahkan, meskipun pertemuan tersebut bersifat informal, pertemuan ini memiliki nilai strategis dan simbolik untuk menjaga komunikasi antar-pemimpin dunia.
Beberapa opsi kompromi yang dibahas mencakup:
- Perpanjangan tarif impor sementara,
- Peningkatan pembelian produk pertanian AS oleh China, dan
- Pelonggaran ekspor chip teknologi tinggi ke Beijing.
Baca Juga: Misbakhun Desak Pemda Segera Optimalkan Dana Rp234 Triliun yang Mengendap di Bank
Pasar Global Menyambut Positif
Isyarat perdamaian dari Kuala Lumpur langsung berdampak pada pasar keuangan global.
Bursa saham di Asia dan Amerika Serikat menguat tipis, menandakan optimisme investor bahwa negosiasi ini dapat mengurangi ketegangan dan membuka peluang stabilisasi perdagangan dunia.
Meskipun belum diharapkan menghasilkan kesepakatan besar, pertemuan Trump–Xi dinilai dapat menjadi tonggak baru menuju hubungan ekonomi yang lebih seimbang.
Dunia kini menanti hasil nyata dari pertemuan tersebut, mengingat arah kebijakan kedua negara akan sangat menentukan masa depan ekonomi global di tahun-tahun mendatang.***