Selama perawatan tersebut, sementara waktu, urusan pemerintahan dialihkan kepada Menteri Kehakiman Yariv Levin.
Baca Juga: Sempat Terkendala Perang Israel-Iran, Menag: Pemulangan Jemaah Haji 2025 Mulai Lancar
Pernah Jalani Operasi Prostat di Akhir 2024
Selain itu, pada Desember 2024, Netanyahu juga sempat menjalani prosedur operasi pengangkatan prostat setelah muncul dugaan infeksi saluran kemih.
Meski kondisinya sempat stabil pascaoperasi, pemulihan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak kesehatan yang kini kembali disorot.
Situasi Politik Semakin Tertekan di Tengah Aksi Militer
Di luar isu kesehatan pribadi, Netanyahu terus menuai kritik atas kebijakan militer Israel terhadap Palestina.
Sejak awal 2025, tekanan internasional meningkat seiring berlanjutnya agresi militer di wilayah Palestina yang menimbulkan banyak korban dan kerusakan.
Baca Juga: Sempat Terkendala Perang Israel-Iran, Menag: Pemulangan Jemaah Haji 2025 Mulai Lancar
Aksi protes dalam negeri dan seruan global agar Israel menghentikan kekerasan tak kunjung meredakan eskalasi.
Dalam kondisi seperti ini, kabar mengenai kesehatan pemimpin negara seperti Netanyahu menjadi faktor penting yang turut menentukan arah kebijakan dan stabilitas pemerintahan Israel.
Meski tengah menjalani pemulihan akibat keracunan makanan dan kondisi kesehatan yang sempat melemah, Benjamin Netanyahu masih akan menjalankan tugasnya sebagai Perdana Menteri dari kediamannya.
Namun, dengan situasi politik dan keamanan yang penuh tekanan, publik dan media global kini terus memantau baik langkah pemerintah Israel maupun perkembangan kondisi fisik sang pemimpin.***