Di sisi lain perbatasan, mantan PM Kamboja, Hun Sen, turut melakukan kunjungan ke Provinsi Oddar Meanchey, wilayah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Surin di Thailand.
Meski sudah tidak menjabat sebagai kepala pemerintahan, Hun Sen masih memiliki pengaruh besar dalam dunia politik Kamboja.
Baca Juga: Dasco Imbau WNI di Wilayah Konflik Perang Israel-Iran Tetap Tenang, Evakuasi Dilakukan Bertahap
Dengan mengenakan seragam militer dan datang menggunakan helikopter, kehadiran Hun Sen di wilayah sensitif ini dinilai sebagai simbol ketegasan dalam menghadapi situasi perbatasan yang memanas.
Tekanan Internal Hadang Paetongtarn di Dalam Negeri
Ketegangan dengan Kamboja menjadi tantangan besar bagi Paetongtarn yang juga sedang menghadapi tekanan politik di dalam negeri.
Dengan kondisi ekonomi Thailand yang belum stabil, ditambah dengan rapuhnya dukungan koalisi di parlemen, posisinya sebagai Perdana Menteri mulai dipertanyakan.
Beberapa pengamat bahkan menyebutkan bahwa situasi ini bisa membuka jalan menuju mosi tidak percaya di parlemen dalam waktu dekat.
Tantangan Diplomasi dan Politik Kawasan
Kunjungan simbolik dua tokoh penting dari Thailand dan Kamboja ini menggambarkan kompleksitas hubungan antarnegara di kawasan Asia Tenggara.
Di tengah ketegangan yang meningkat, publik berharap langkah ini bisa membuka ruang dialog yang lebih sehat dan menghindari eskalasi lebih lanjut yang dapat mengganggu stabilitas regional.***