Diangkat sebagai uskup agung oleh Paus sendiri pada 2015, Zuppi kemudian dipercaya sebagai Presiden Konferensi Uskup Italia (2022) dan menjadi utusan perdamaian untuk Ukraina (2023). Karier dan visi pastoralnya membuat banyak pihak melihat Zuppi sebagai kandidat yang paling merepresentasikan kesinambungan.
2. Kardinal Pietro Parolin: Diplomat Ulung Vatikan
Sebagai Menteri Luar Negeri Vatikan, Parolin telah mewakili Tahta Suci di berbagai negara dan krisis global. Ia dikenal sebagai figur moderat, fokus pada dialog antarnegara, demokrasi, dan hak asasi manusia.
Pengalaman diplomatiknya membuatnya dipandang sebagai tokoh stabil yang cocok memimpin Gereja di era penuh tantangan.
3. Kardinal Robert Prevost: Wajah Baru dari Amerika
Meski belum pernah ada Paus asal Amerika Serikat, Prevost masuk radar karena posisinya sebagai kepala departemen yang menangani penunjukan uskup.
Sebelumnya, ia juga sempat menjadi misionaris di Peru, memberikan warna internasional dalam pengalamannya. Reputasinya sebagai pemimpin rohani dan organisatoris membuatnya sangat diperhitungkan.
4. Kardinal Luis Antonio Tagle: Harapan dari Asia
Tokoh Gereja Katolik asal Filipina ini sudah lama digadang-gadang sebagai calon Paus.
Dikenal luas karena wawasan teologis dan pendekatan pastoralnya yang hangat, Tagle menjadi simbol Gereja Katolik yang inklusif dan relevan di kawasan Asia. Jika terpilih, ia akan menjadi Paus pertama dari Asia.
Baca Juga: PSG Bertemu Inter Milan di Final Liga Champions, Setelah Gusur Arsenal
5. Kardinal Peter Turkson: Pembela Keadilan Sosial dan Lingkungan
Turkson, tokoh dari Ghana, adalah salah satu penasihat utama Paus Fransiskus dalam hal keadilan sosial dan lingkungan hidup, termasuk penyusunan ensiklik Laudato Si.