internasional

AS Mewacanakan Relokasi Pengungsi Gaza ke Indonesia,

Senin, 20 Januari 2025 | 17:36 WIB
Utusan presiden terpilih Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff (kiri) yang mewacanakan relokasi sebagian warga Gaza ke Indonesia (Instagram.com/@steven.c.witkoff)


Baca Juga: BTN Umumkan Rencana Akuisisi Bank Victoria Syariah Spin-Off Tahun Ini, Segini Nilainya

AS Pertimbangkan Indonesia Boyong Pengungsi Gaza

Dalam kesempatan yang sama, Steve menuturkan pihaknya tengah mencari solusi untuk memulai upaya pembangunan kembali Gaza yang hancur lebur akibat perang.

Sementara pembangunan dilakukan, AS juga mempertimbangkan merelokasi sebagian warga Gaza ke salah satu negara yang menjadi pertimbangan mereka, yakni Indonesia.

"Pertanyaan yang masih tersisa adalah bagaimana membangun kembali Gaza, serta akan direlokasi kemana sekitar 2 juta warga Palestina untuk sementara waktu," tutur Steve.

"Indonesia, misalnya, merupakan salah satu lokasi yang sedang didiskusikan untuk menampung sebagian dari mereka, kata pejabat transisi tersebut," tegasnya.

Baca Juga: Beasiswa Timur Tengah Uang Saku hingga 53 Juta Per Bulan di Hamad Bin Khalifa University (HBKU) untuk S1, S2, dan S3 di Qatar

Aksi Israel ke Gaza Telah Menuai Kecaman Dunia

Steve mengklaim, aksi pasukan Israel telah menuai kecaman dari seluruh dunia dan menyebutnya sebagai pembalasan yang tidak masuk akal bahkan telah dianggap sebagai bentuk dari genosida terhadap warga Gaza.

Terkini, gencatan senjata telah dimulai pada 19 Januari 2025 setelah melalui perundingan panjang antara Israel-Hamas. Sebagai hasil perundingan itu, Hamas perlu membebaskan beberapa orang sandera.

Menurut Steve, gencatan senjata yang akan dilakukan dalam tiga tahap ini masih sangat rapuh.

Baca Juga: TERNYATA MUDAH! Ini Cara Praktis Membuat SKCK Secara Online untuk Lamaran Kerja: Lengkap Syarat dan Biaya

Pembangunan kembali Gaza dinilai sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk menjaga agar gencatan senjata tetap berjalan baik.

"Jika kita tidak membantu warga Gaza, jika kita tidak membuat hidup mereka lebih baik, jika kita tidak memberi mereka harapan, akan ada pemberontakan," tandasnya.***

 

Halaman:

Tags

Terkini