TITIKTEMU.CO – Harga nikel mencatat penguatan pada perdagangan Asia, Senin (23/2/2026) pagi. Kontrak nikel tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,6 persen ke level USD17.455,00 per metrik ton.
Analis ANZ Research dalam catatannya yang dikutip Dow Jones Newswires menyebutkan bahwa pelaku pasar tengah mencermati langkah pemerintah Indonesia yang berencana mengetatkan pasokan nikel.
Menurut analis tersebut, otoritas Indonesia menyampaikan bahwa produksi di kawasan Weda Bay akan dibatasi menjadi 12 megaton bijih nikel pada 2026, turun signifikan dibandingkan realisasi 42 megaton pada 2025.
Baca Juga: Prospek Saham Emas 2026 Cerah, NH Korindo Overweight dan Targetkan Harga Tembus USD6.000
Tak hanya itu, ANZ juga menilai bahwa pemerintah akan memangkas kuota produksi di seluruh industri pertambangan nasional sebagai bagian dari upaya pengendalian pasokan.
Dari sisi permintaan, konsumsi nikel di China, khususnya dari industri kendaraan listrik (EV), masih menunjukkan tren stabil. Kondisi ini menjadi penopang harga dalam jangka pendek.
Investor dan pelaku industri turut memonitor perkembangan aktivitas manufaktur serta distribusi bijih di berbagai wilayah. Faktor tersebut dinilai berperan penting dalam menentukan keseimbangan antara pasokan dan permintaan dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG 23 Februari 2026: Jabodetabek Berawan Tebal, Waspada Hujan Petir Malam Hari
Meski demikian, kenaikan harga nikel masih dibayangi oleh kondisi pasokan global yang relatif berlimpah serta keterbatasan kapasitas pemurnian. Jika situasi ini terus berlangsung, potensi kenaikan harga lebih lanjut diperkirakan akan tetap terbatas.***
Artikel Terkait
Fenomena Langka 2026: Imlek, Ramadan, dan Prapaskah Berdekatan, Momentum Toleransi Umat Beragama: Pertama Kali Sejak 1863
Pendaki Gunung Ijen Sempat Hilang, Remaja 16 Tahun Ditemukan Selamat di Tebing Kawah
Viral Bocah di Majalaya Bawa Pulang Makanan Masjid untuk Nenek, Kisahnya Bikin Haru Warganet
Prakiraan Cuaca BMKG 23 Februari 2026: Jabodetabek Berawan Tebal, Waspada Hujan Petir Malam Hari
Prospek Saham Emas 2026 Cerah, NH Korindo Overweight dan Targetkan Harga Tembus USD6.000