Baca Juga: Gibran Rakabuming Curi Perhatian di KTT G20 Johannesburg, Angkat Isu Gaza hingga Promosikan QRIS
Ia menyebut MBG sebagai investasi terbesar bangsa untuk menyiapkan Generasi Emas 2045. Selain meningkatkan gizi anak, program ini juga menggerakkan perekonomian daerah melalui anggaran yang langsung didistribusikan ke lini terdepan.
Satu SPPG di Jawa, kata Dadan, mengelola hingga Rp900 juta per bulan, sementara di Papua bisa mencapai Rp4 miliar per bulan. Sebanyak 85 persen anggaran dialokasikan untuk membeli bahan baku, yang 99 persennya berasal dari sektor pertanian, sehingga memperkuat kemandirian pangan lokal.
Sisanya, sekitar 10,5 persen, digunakan untuk membayar tenaga kerja yang terlibat, mulai dari ibu-ibu pengolah makanan hingga pekerja lapangan.***
Artikel Terkait
Koalisi Masyarakat Sipil Siap Tempuh Jalur Hukum hingga Internasional jika KUHAP Baru Tetap Diberlakukan
Gibran Rakabuming Curi Perhatian di KTT G20 Johannesburg, Angkat Isu Gaza hingga Promosikan QRIS
Kasus Kematian Dosen Untag: Dugaan Hubungan Terlarang dan Ancaman Pemecatan AKBP Basuki Menguat
Rafflesia Hasseltii Mekar Setelah 13 Tahun: Penemuan Langka di Sumbar Disorot Dunia
Isu Pemakzulan Ketum PBNU Mencuat, Gus Yahya Tegaskan Rapat Harian Syuriyah Tak Berwenang Copot Ketua Umum PBNU